JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
Sebuah bus angkutan umum tampak masih beroperasi melayani penumpang di depan Pasar Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu (19/11/2014) pagi.(Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, SLEMAN—Penumpang angkutan umum memaklumi kenaikan tarif yang rata-rata mencapai 30%. Meksi harus membayar lebih mahal, mereka menyadari bahwa hal itu merupakan upaya penyesuaian pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Zainul Rohman, seorang penumpang yang turun di Terminal Pakem mengungkapkan, kenaikan tarif sudah terjadi hampir dua pekan lalu. “Naik Rp2.000. Dari Tempel ke sini [Pakem] habis Rp9.000. Dulu hanya Rp7.000,” kata lelaki berusia 17 tahun itu, Senin (1/12/2014).
Zainul merupakan warga Kaliangkrik, Magelang, yang bekerja di dekat Pasar Pakem, Sleman. Sehari-hari dia mengaku selalu naik angkutan umum untuk berangkat dan pulang kerja.
“Naik ya tidak apa-apa. Soalnya harga BBM juga naik. Yang penting tetap ada angkutannya,” ucapnya kemudian.
Terpisah, Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sleman, Juriyanto mengatakan, pihaknya belum menerima laporan maupun keluhan dari masyarakat terkait kenaikan tarif angkutan umum.
“Penumpang juga menyadari kalau kenaikan tarif ini untuk menyesuaikan dengan harga BBM yang sudah naik,” kata Juriyanto saat ditemui di Terminal Condongcatur, Depok, Sleman,.
“Kalau tidak penyesuaian, operasionalnya juga susah. Apalagi sekarang penumpangnya sudah sepi dan itu mempengaruhi pendapatan kru dan pemilik angkutan,” kata Juriyanto menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza usai gagal juara Super League 2025/2026 dan mulai cari pelatih baru.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.
SUV Denza B8 BYD meluncur di Malaysia dengan harga Rp2,3 miliar dan berpotensi masuk Indonesia dengan teknologi hybrid canggih.