KASUS MIRAS SLEMAN : Jelang Akhir Tahun, Permintaan Miras Meningkat

Sunartono
Sunartono Senin, 08 Desember 2014 14:40 WIB
KASUS MIRAS SLEMAN : Jelang Akhir Tahun, Permintaan Miras Meningkat

Espos/Burhan Aris Nugraha PEMUSNAHAN MIRAS--Ribuan botol minuman keras (Miras) berbagai merk dan alat perjudian dimusnahkan di halaman Mapoltabes Solo, Sabtu (30/8). Pemusnahan tersebut sebagai simbol memerangi peredaran miras menjelang Bulan Puasa

Harianjogja.com, SLEMAN-Memasuki bulan Desember atau jelang akhir tahun permintaan miras cenderung meningkat.

Menurut Kapolsek Prambanan Kompol Khundori mengatakan informasi ini didapatkan dari hasil pemeriksaan kedua tersangka penjualan miras yang tertangkap di kawasan Pasar Ayam, Prambanan, Sleman, Sabtu (6/12/2014).

Kepada polisi, dua tersangka, Didik Adi Saputro, 38, warga Nambangan RT 02 RW 20, Rejowinangun Utara, Magelang, Jawa Tengah selaku sopir serta Bodo, 45, warga Widaran RT 07 Ponggok, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul selaku kernet diketahui pada bulan-bulan sebelumnya ekspedisi miras dilakukan dalam sepekan sekali. Tetapi memasuki pekan pertama pada bulan Desember ini mereka sudah mengirim dua kali dalam sepekan. Diakui oleh sopir dan kernet, kata dia, bahwa jelang akhir tahun permintaan miras di wilayah Sleman dan Jogja meningkat tajam.

"Biasanya [pengiriman] sepekan sekali, tergantung banyaknya pesanan. Tapi menjelang akhir tahun ini permintaan meningkat, bisa sampai dua
kali pengiriman dalam sepekan," imbuhnya.

Terkait hal itu Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin menegaskan razia miras akan terus dilakukan untuk menekan peredaraannya terutama jelang
akhir tahun yang eskalasi permintaannya meningkat. Operasi tidak saja dilakukan pada sejumlah rumah penjual miras tetapi juga dilakukan
dengan merazia dugaan mobil yang mengangkut miras ilegal.

"Akan lebih digencarkan lagi [razia] terutama jelang akhir tahun," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online