Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Harianjogja.com, JOGJA-Sulastri, 54, warga Banguntapan, Bantul, penjual minuman keras (miras) jenis ciu oplosan depan Istana Gedung Agung dua kali gagal diajukan ke persidangan. Nenek delapan cucu itu diketahui kabur dari rumahnya saat dijemput polisi.
Sedianya Sulastri menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring) Jumat, pekan lalu. Namun saat itu dia berhalangan hadir karena sakit. Polisi kembali mengajukan Sulastri untuk disidangkan pada Jumat kemarin, namun lagi-lagi tersangka batal hadir.
"Sulastri kabur tadi saat dijemput di kontrkannya. Dia takut disidang," kata Kepala Polsekta Gondomanan Komisaris Polisi Heru Muslimin, Jumat (12/12/2014).
Polisi berencana menjemput kembali Sulastri untuk disidang tipiring pada Jumat, pekan depan.
Sulastri tertangkap basah saat menjual miras depan Istana Gedung Agung dalam razia penyakit masyarakat (Pekat) yang dilakukan Polsekta Gondomanan pada Sabtu (29/11/2014) malam lalu.
Saat diintrogasi polisi Sulastri mengaku baru dua bulan berjualan miras. Untuk mengelabuhi polisi, Sulastri mencampur botol miras dengan minuman segar lainnya dalam satu termos es sehingga hanya langganannya saja yang mengetahui dia jual miras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Donald Trump yakin konflik AS-Iran segera berakhir setelah pemilu sela AS pada November, saat Partai Republik terancam kehilangan kendali DPR.
Putus kuliah karena kendala biaya, Muhammad Audi kini menatap masa depan lewat usaha Kopi Roro dari Danais DIY 2026.
Dinsos DIY menyebut pemutakhiran DTSEN dilakukan terus-menerus karena perubahan kondisi warga dapat membuat pemeringkatan desil tidak relevan.
Banjir Nagoya sempat mengganggu latihan tim basket Indonesia. Taufik Hidayat memastikan NOC dan CdM mencari solusi.
Jelajah Edukasi Dasar ke-3 di Sleman membahas pendidikan yang memanusiakan, inovasi pembelajaran, perlindungan murid, dan masa depan pendidikan.