Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
(Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, SLEMAN- Pelang penambangan di lereng Merapi mengaku tidak tahu jika kegiatan yang mereka lakukan melanggar aturan.
Hal itu diketahui saat tim dari Pemerintah Kabupaten Sleman menemukan dua aktivitas penambangan liar di Dusun Tegalpanggung, Desa Girikerto, Kecamatan Turi dan Dusun Ngepring, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Senin (15/12/2014). Penambangan berlangsung di lahan pekarangan milik warga setempat.
Jepri, penanggung jawab penambangan di Tegalpanggung mengungkapkan, pihaknya tidak mengetahui kalau tindakannya melanggar aturan. Dia mengaku, aktivitas penambangan dilakukan berdasarkan permintaan pemilik lahan.
“Pemiliknya yang minta agar ditambang. Ini upaya reklamasi lahan. Pasirnya diambil agar tanahnya jadi lebih subur,” papar Jepri, saat tim sidak meminta aktivitas penambangan dihentikan.
Fauzan Darmadi, Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral Dinas Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman menjelaskan, lahan pekarangan warga tidak diperbolehkan menjadi lokasi penambangan karena termasuk kawasan resapan air.
“Jika ditambang, justru dikhawatirkan akan mengganggu konservasi lingkungan,” ujar Fauzan.
Menurut Fauzan, warga tidak bisa menjadikan faktor kesuburan tanah sebagai alasan penambangan di lahan pekarangan.
“Terkait subur atau tidaknya tanah, itu harus dibuktikan melalui penelitian. Yang jelas, lokasi ini [lahan pekarangan] tidak boleh digunakan sebagai lokasi penambangan,” ucap dia menegaskan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Istana menegaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari program Banpres untuk masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi.
Polresta Pekalongan mengusut dugaan pencabulan enam santriwati di sebuah ponpes di Buaran dan mengamankan pengasuh pondok.
InJourney Airports memproyeksikan tiga juta penumpang pesawat melintas di 37 bandara selama libur Iduladha dan Hari Lahir Pancasila 2026.
Ledakan balon udara berpetasan di Blitar saat Iduladha menewaskan satu warga dan melukai dua anak di Desa Tambakan.
Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Iduladha 1447 H bersama diaspora Indonesia di Paris, Prancis, Rabu (27/5/2026).