RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi pernikahan (magforwomen.com)
Married by accident bukan solusi untuk mengatasi kekerasan terhadap perempuan tetapi justru rawan munculnya kekerasan-kekerasan baru yang merugikan perempuan.
Harianjogja.com, JOGJA-Menikah hanya karena hamil diluar nikah atau dikenal dengan istilah Married By Accident (MBA) bukan solusi untuk mengatasi kekerasan terhadap perempuan. Justru rawan munculnya kekerasan-kekerasan baru yang merugikan perempuan.
Hal itu diungkapkan oleh Konselor Rifka Annisa Divisi Pendampingan Budi Wulandari di sela-sela sosialisasi penggunaan Internet Sehat, Cegah Kejahatan Seksual Pada Remaja di SD Serangan, Kelurahan Notoprajan, Kecamatan Ngampilan, Jogja, Selasa (23/12/2014).
Menurut Wulan, banyak kasus pernikahan dini akibat MBA. Para orangtua biasanya merasa malu dan takut anaknya kehilangan masa depan akhirnya memilih untuk segera menikahkan anaknya yang hamil diluar nikah tersebut meski masih dibawah umur.
"Padahal pernikahan itu paling tidak harus siap mental, siap fisik dan psikis," kata Wulan.
Anak yang masih dibawah umur, Wulan melanjutkan, secara fisik belum siap untuk mengandung. Secara psikis usia anak masih ingin untuk bermain dengan teman sebayanya. Maka jika sudah menikah maka ia memiliki banyak tanggung jawab yang harus dipikul.
Ia menegaskan, perempuan yang hamil diluar nikah merupakan korban kekerasan dalam berpacaran akibat bujukan dan rayuan. Ketika dinikahkan dengan pelaku sementara keduanya belum siap secara mental dan fisik akan menimbulkan kekerasan baru. "Akhirnya timbul perceraian juga," ujar Wulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Pameran buku di Jogja semakin marak, tetapi penjualan belum tentu meningkat. Penyelenggara menyebut pengunjung terbagi dan daya beli menurun.
Kementerian PU membangun lapangan sepak bola standar internasional di 25 Sekolah Rakyat lengkap dengan jogging track dan fasilitas olahraga.
Pemkot Jogja diminta mencermati sungai dan bantaran rawan banjir serta memastikan talut dan sedimentasi ditangani sebelum musim hujan.
Polda Jateng melacak 88 anak dengan kelainan kaki bawaan CTEV untuk memastikan mendapat penanganan medis sesuai kebutuhannya.
Mengenal PM10 dan PM2.5 dalam abu vulkanik serta dampaknya bagi kesehatan pernapasan dan cara mengurangi risiko paparannya.