Polda Metro Akui Ajukan Penundaan Transaksi Rekening Mandiri Mas Botok
Polda Metro Jaya menjelaskan status rekening Supriyono, warga Pati, yang disebut menampung donasi Rp80 juta untuk kebutuhan aksi.
Mencangkul di pekarangan rumahnya, warga Tempel Sleman menemukan mortir yang diduga merupakan peninggalan Belanda
Harianjogja.com, SLEMAN - Warga Dusun Kromodangsan, Lumbungrejo, Tempel, Sleman digegerkan oleh temuan sebuah mortir, di pekarangan milik Hana, 40, pada Rabu (24/11/2014). Mortir itu diduga merupakan peninggalan Belanda saat revolusi fisik terjadi.
Temuan mortir itu berawal saat Hana mencangkul di area pekarangan miliknya sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah mencangkul selama beberapa menit di pekarangan belakang rumah itu tiba-tiba Hana menemukan gumpalan menyerupai besi yang diduga mortir.
Benda itu sempat mengenai mata cangkul milik Hana yang dihunjamkan ke dalam tanah. Saat itu ia kaget dan setelah disaksikan dengan seksama karena ada kemiripan dengan mortir kemudian memberitahu tetangganya.
Setelah banyak warga berdatangan menyaksikan, mereka baru sadar bahwa benda itu benar-benar bahan peledak jenis mortir. Pemilik pekarangan itu pun melaporkan ke Mapolsek Tempel.
Kapolsek Tempel Kompol Nugroho menjelaskan pihaknya menindaklanjuti setelah mendapatkan laporan warga. Selain mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), ia juga langsung melaporkan temuan itu Polres Sleman dan diteruskan ke Brimob Polda DIY.
"Kemudian dari Detasemen Gegana datang ke lokasi dan memang benda tersebut adalah mortir," ungkap Kapolsek, Kamis (25/12/2014).
Ia menambahkan mortir itu kemudian dibawa oleh tim Gegana melalui tahapan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Berdasarkan keterangan tim Gegana, lanjutnya, mortir itu diduga peninggalan Belanda.
"Kami imbau kepada masyarakat jika menemukan benda aneh seperti dugaan handak [bahan peledak] sebaiknya melapor ke pihak berwajib agar segera bisa ditangani," imbaunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda Metro Jaya menjelaskan status rekening Supriyono, warga Pati, yang disebut menampung donasi Rp80 juta untuk kebutuhan aksi.
Prabowo meluncurkan program PLTS 100 GWp. Pemerintah menargetkan 30 GWp terbangun pada 2026 dan seluruh proyek selesai pada 2029.
Bayi perempuan ditemukan hidup terbungkus plastik di bawah pohon mahoni Bandungan. Bayi berbobot 3,1 kg dan diperkirakan baru lahir.
Iran mendesak AS mematuhi nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik. Ghalibaf menegaskan tekanan terhadap Iran tidak akan berpengaruh.
Harga BBM 25 Agustus 2026 masih mengalami perubahan. Simak daftar harga Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo terbaru per liter.
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.