Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Kulonprogo akan menggelar Forum Bisnis sebagai upaya antisipasi broker
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pembangunan sejumlah mega proyek membuka jalan bagi para investor untuk mulai menanamkan modalnya di Kulonprogo.
Memfasilitasi informasi dan meminimalisasi gerak makelar investasi alias broker, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menggelar One on One Business Meeting pada 5 Januari 2015 mendatang.
"Kami membuka informasi seluas-luasnya kepada para calon investor yang akan menanamkan modalnya," ujar Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kulonprogo Agung Kurniawan, baru-baru ini.
Agung mengatakan, acara tersebut adalah upaya untuk mempertemukan calon investor langsung kepada Bupati Kulonprogo. Upaya itu dilakukan sebagai tindak lanjut Pemkab memangkas gerak broker yang dianggap mengganggu iklim investasi di Kulonprogo.
"Sudah banyak kasus yang terjadi, beberapa investor mengaku telah mengeluarkan banyak uang agar mendapatkan perizinan atau bertemu langsung dengan Bupati," ungkap Agung.
Rencana proyek-proyek besar yang akan segera direalisasikan di Kulonprogo, tak dipungkiri turut dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Agung mengungkapkan, apabila hal itu dibiarkan, maka dikhawatirkan akan mengancam aktifitas penanaman modal di kabupaten ini.
Dia juga menandaskan, apalagi saat ini peraturan daerah yang dimiliki Kulonprogo dapat menjadi jaminan bagi siapapun calon investor yang akan menanamkan modalnya.
"Kami sudah ada peraturan daerah tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi. Pengurusan izin untuk menanamkan modal secara administrasi juga satu pintu dan gratis," papar Agung.
Lebih lanjut Agung memaparkan, pertemuan awal Januari mendatang merupakan ruang para calon investor untuk bertemu langsung dengan bupati. Para calon investor dapat menyampaikan rencana penanaman modal, baik di kawasan mega proyek maupun di kawasan peruntukan industri di Kulonprogo.
Dalam acara tersebut, juga akan menghadirkan sejumlah pembicara. Di antaranya dari praktisi ekonomi, pelaku bisnis hingga Kamar Dagang dan Industri Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Dalam forum itu 15 calon investor yang akan menindaklanjuti rencana investasinya juga dapat langsung bertemu bupati untuk membahasnya lebih lanjut," imbuh Agung.
Seperti diberitakan sebelumnya ada sekitar 15 perusahaan yang siap menanamkan modalnya di berbagai sektor di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
MSI mendorong pengembangan singkong di DIY untuk mendukung target bioetanol E20 pada 2028 dengan jaminan pasar dan harga bagi petani.
Menko Pangan Zulhas memastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember 2026 dengan tambahan alokasi 1 juta ton untuk tiga bulan.
Sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi mulai tiba di Jateng untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11-20 September 2026.
KemenHAM meminta penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya diusut tuntas dan pelakunya dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Pertamina menyiapkan investasi Rp19,8 triliun untuk Green Bio-Refinery Cilacap yang ditargetkan masuk EPC 2027 dan beroperasi 2029.