Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Gardu pandang di sebuah Pohon Cemara menjadi spot favorit para pengunjung untuk berfoto dengan berlatar pemandangan Waduk Sermo dari atas Desa Wisata Kalibiru, Minggu (21/9/2014). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Libur akhir tahun ini, wisata alam Desa Kalibiru di Kulonprogo turut diramaikan wisatawan
Harianjogja.com, KULONPROGO–Wisata alam Desa Kalibiru, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo kini menjadi primadona baru bagi wisatawan. Setidaknya selama dua hari libur Natal, sudah lebih dari 2.000 pengunjung yang datang.
Kepopuleran desa wisata ini pun turut mendongkrak objek wisata lain yang ada di sekitarnya, yakni Waduk Sermo.
Dari pantauan, Jumat (26/12/2014) di pintu masuk retribusi wisata Waduk Sermo sebagian besar pengunjung yang datang menanyakan lokasi Desa Wisata Kalibiru. Mayoritas pengunjung masih didominasi dari luar daerah, selain dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan kota-kota sekitarnya.
Menurut Pengelola Desa Wisata Kalibiru Sumarjana, daya tarik wisata alam dari desa ini, bahkan telah membuat banyak orang memanfaatkan liburan kali ini untuk mengunjungi desa ini.
“Kalau dilihat dari karcis retribusi yang terjual, pendapatan kami mencapai Rp6 juta. Apabila dibagi Rp3.000 [retribusi per orang], maka paling tidak sudah 2.000 orang yang masuk pada 25 Desember,” ungkap Jono.
Jono mengatakan, pada akhir pekan rata-rata kunjungan mencapai 500 orang sampai 1.000 orang. Sedangkan, pada hari minggu atau tanggal merah jumlah kunjungan bahkan dapat mencapai lebih dari 1.000 orang per hari.
Pemandangan hijau kawasan hutan lindung dan Waduk Sermo dari atas bukit menjadi daya tarik yang paling diburu wisatawan yang datang ke kabupaten ini.
“Kami sangat tertolong dengan hadirnya para pengunjung ke sini. Sebagian besar adalah anak-anak muda dan pengguna sosial media. Foto-foto yang mereka abadikan dengan mengambil latar pemandangan ini, kemudian menyebar, sehingga menarik banyak orang untuk datang kemari,” ungkap Jono.
Desa Wisata Kalibiru kian dikenal luas dan menarik banyak orang datang ke kawasan hutan lindung Sermo. Dampak meningkatnya kunjungan ke wisata itu juga turut dirasakan pengelola retribusi Waduk Sermo.
Menurut Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi Wisata Waduk Sermo Pujo DW, Kalibiru telah mendongkrak kunjungan ke kawasan wisata air ini.
“Ada peningkatan kunjungan hingga 300 persen kalau dibandingkan dari tahun lalu. Hal itu karena Kalibiru semakin dikenal, hampir semua yang datang menanyakan lokasinya. Apalagi untuk menuju ke sana wisatawan harus memasuki Waduk Sermo, walaupun ada jalan lain juga,” papar Pujo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
MSI mendorong pengembangan singkong di DIY untuk mendukung target bioetanol E20 pada 2028 dengan jaminan pasar dan harga bagi petani.
Menko Pangan Zulhas memastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember 2026 dengan tambahan alokasi 1 juta ton untuk tiga bulan.
Sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi mulai tiba di Jateng untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11-20 September 2026.
KemenHAM meminta penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya diusut tuntas dan pelakunya dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Pertamina menyiapkan investasi Rp19,8 triliun untuk Green Bio-Refinery Cilacap yang ditargetkan masuk EPC 2027 dan beroperasi 2029.