WISATA SLEMAN : Keripik Belut Jadi Oleh-oleh Paling Laris

Rima Sekarani
Rima Sekarani Minggu, 04 Januari 2015 21:20 WIB
WISATA SLEMAN : Keripik Belut Jadi Oleh-oleh Paling Laris

Wisata Sleman pada libur akhir tahun membuat pusat oleh-oleh ramai. Keripik belum menjadi jenis oleh-oleh yang paling laris

Harianjogja.com, SLEMAN-Penjualan keripik belut di Pusat Kuliner Belut, Godean, Sleman, mengalami peningkatan pada musim liburan Natal dan tahun baru. Banyak konsumen yang menjadikan keripik belut sebagai oleh-oleh.

“Biasanya maksimal laku dua kilogram. Kalau sedang liburan begini, bisa sampai lima kilogram. Macam-macam keripik dan camilan lain juga ikut laku,” kata Siti Karyatmi, penjaga salah satu kios di Pusat Kuliner Belut, Sabtu (3/1/2014) kemarin.

Siti menjual keripik belut dengan kisaran harga Rp80.000 hingga Rp100.000. “Jenis tepungnya yang bikin beda harga, tapi ini masih bisa ditawar kok,” ungkapnya.

Peningkatan angka penjualan juga diungkapkan Novi, penjaga kios lain di Pusat Kuliner Belut. “Hari biasa paling banyak tiga kilogram. Ini bisa terjual enam sampai tujuh kilogram,” ujar Novi.

Sedikit berbeda dengan Siti, Novi menjual keripik belut seharga Rp85.000 hingga Rp90.000. “Waktu pertengahan musim liburan ini bahkan laku sampai 10 kilogram. Keripik pare sama bayam juga laris manis,” ucap perempuan berusia 25 tahun itu.

Novi memaparkan, konsumen kebanyakan berasal dari luar daerah. “Walau orang luar, mereka rata-rata dulu tinggal di sekitar Jogja. Jadi sudah tahu tentang keripik belut,” katanya menambahkan.

Ninik, konsumen asal Karawang, Jawa Barat, memborong dua kilogram keripik belut dan berbagai jenis oleh-oleh lain. “Suami saya malah maunya beli tiga kilogram sekalian. Tapi kan ini kita juga beli bakpia dan camilan lainnya,” ungkap Ninik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online