KULINER SLEMAN : Ketika Belut Disulap Menjadi Tongsis

Rima Sekarani
Rima Sekarani Senin, 05 Januari 2015 20:40 WIB
KULINER SLEMAN : Ketika Belut Disulap Menjadi Tongsis

Hamzah Amir, lulusan Teknik Boga UNY saat menyajikan ‘tongsis’ belut dalam pameran masakan belut pada Festival Belut di Pusat Kuliner Belut, Godean, Sleman, Minggu (4/12/2015). (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani)

Kuliner Sleman, Mahasiswa UNY berhasil mengubah belut menjadi tongsis.

Harianjogja.com, SLEMAN-Hamzah Amir, lulusan jurusan Teknik Boga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyulap belut yang licin menjadi tongsis. Bagaimana bentuknya?

Aroma sedap tercium dari potongan belut yang sedang dimasak Hamzah. Pria berusia 22 tahun tersebut mengaku sedang membuang tongseng belut. Ketika ditanya nama menu masakannya, Hamzah sesaat tersenyum.

“Saya lagi bikin tongsis belut,” katanya kemudian sambil sesekali tetap mengaduk potongan belut di dalam wajan.

Mendengar kata ‘tongsis’, yang langsung terbayang oleh Harianjogja.com adalah tongkat narsis. Sebuah alat bantu yang biasa digunakan untuk selfie berupa tongkat yang dapat dipanjangkan dan dilengkapi tempat untuk meletakkan ponsel atau kamera di bagian ujungnya.

Namun, bukan tongsis itu yang dimaksud Hamzah.

“Tongsis belut itu sebenarnya singkatan dari tongseng isi nanas dan belut. Namanya sengaja dibuat unik biar lebih menarik,” kata Hamzah yang mulai belajar di UNY pada 2010 lalu.

Hamzah memasukkan potongan kubis ke dalam wajan. Pelan-pelan kemudian dia aduk agar bisa tercampur rata.

“Meski enggak bisa buat foto, tapi ini juga tetep bisa buat temen narsis. Mungkin nanti ada pengunjung yang pengen foto bareng tongsis belut,” ujarnya sambil tersenyum.

Hamzah mengatakan, resep tongseng belut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan resep tongseng biasa. Hanya isinya saja yang berbeda, bukan kambing atau ayam tapi belut. Nah, bagian pengolahan belutnya lah yang butuh trik khusus.

“Belut itu sangat berlendir. Jadi dikasih jeruk nipis dan garam dulu lalu didiamkan sebentar. Nanti kalau sudah dicuci, lendirnya akan hilang dan belutnya pun tidak akan amis,” terang Hamzah.

Hamzah merupakan salah satu peserta pameran masakan belut dalam acara Festival Belut di Pusat Kuliner Belut, Godean, Sleman, Minggu (4/1/2015). Selain tongsis belut, dia juga membuat pepes belut.

Selain tongsis belut ala Hamzah, puluhan menu unik olahan belut lainnya juga memanjakan lidah pengunjung pameran. Ada belut giles, rendang belut, belut asam manis, siomay belut, kare belut, nasi goreng belut ala timur tengah, bakso belut, burger belut, dan masih banyak lagi.

“Ini burger biasa, tapi isinya belut. Biasanya kan isi daging sapi atau ayam,” ungkap Nurul Fauziah, saat menyajikan burger belut buatannya di meja pameran, Minggu siang.

Perempuan 22 tahun asli Jogja tersebut adalah teman satu angkatan dan satu almamater dengan Hamzah. “Belutnya dikukus dan diambil dagingnya saja untuk digiling. Tapi kalau mau ada tekstur renyahnya, tulangnya bisa ikut digiling juga,” kata Nurul.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online