Harga BBM Turun, Jogja-Wonosari Tetap Rp10.000

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Senin, 05 Januari 2015 23:20 WIB
Harga BBM Turun, Jogja-Wonosari Tetap Rp10.000

Kondisi Terminal Dhaksinarga yang sepi penumpang, Kamis (11/12/2014). Sejak harga BBM naik, jumlah penumpang bus turun.(Harian Jogja/David Kurniawan)

Harga BBM sudah Turun, namun tarif angkutan di Gunungkidul tetap

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak diikuti penurunan tarif angkutan umum di Gunungkidul.

Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Wasdiyanto mengatakan, pada kenaikan harga BBM, tarif angkutan umum di Gunungkidul tidak mengalami kenaikan 20% hingga 30%. Menurutnya, tarif angkutan umum di Gunungkidul hanya mengalami kenaikan 15%.

“Karena kenaikannya tidak tinggi, jadi [saat harga BBM turun], tidak ada penurunan tarif,” ujar dia, Sabtu (3/12/2015).

Ia mengatakan, tarif angkutan untuk jurusan Jogja-Wonosari tetap Rp10.000. Selain itu, tarif angkutan desa dengan minibus juga tidak mengalami penurunan harga. Ada pun tarif yang diberlakukan antara Rp6.000 hingga Rp9.000.

Ia mengatakan ada sembilan jalur minibus yakni Wonosari-Jogja, Wonosari-Panggang, Wonosari-Tepus, Wonosari-Munggi, Wonosari-Baran, Wonosari-Ponjong, Wonosari-Nglipar, Wonosari-Ngawen, dan Wonosari-Jepitu. Ia mengatakan, kondisi angkutan umum di Gunungkidul dinilai cukup memprihatinkan.

“Penumpang juga semakin menurun. Apalagi sekarang warga lebih memilih menggunakan sepeda motor,” ungkap dia.

Wasdianto berharap, keberlangsungan kendaraan umum masih tetap terjamin. Ia berharap, pemerintah bisa memberikan jalan keluar tentang kondisi tersebut. Menurutnya, imbauan pemerintah untuk meningkatkan kenyamanan dan pelayanan bukanlah solusi yang tepat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online