Viral Dugaan Perundungan Siswa MTs di Pati, Sekolah Bantah Bullying
Kasus siswa MTs di Pati yang mengalami putus dua jari masih diselidiki polisi. Sekolah membantah terjadi perundungan dan menyebutnya kecelakaan.
Bupati Kulonprogo bersama Anggota DPD RI Hafidz Asrom, Kepala KPBI dan Kepala Disperhut Kulonprogo saat memanen padi Melati Menoreh di areal persawahan di Dusun Ngipikrejo II, Desa Banjararum, Kalibawang, Kamis (8/1/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Pertanian Kulonprogo siap memproduksi dan mengembangkan varietas padi melati menoreh (menor).
Harianjogja.com, KULONPROGO – Varietas padi Melati Menoreh atau Menor terus diteliti dan dikembangkan untuk mendapatkan benih murni dari padi tersebut. Pada pemurnian tahap ketiga ini, kualitas varietas padi asli Kulonprogo itu terus meningkat.
“Pemurnian kali ini cukup sukses. Maka dari itu, pada masa tanam kedua tahun ini, kami rencananya akan mulai kembangkan padi Menor di lahan seluas sepuluh hektare,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo Bambang Tri Budi Harsono usai acara panen ketiga padi Menor di balai pertemuan Kelompok Tani Ngudi Rejeki, Dusun Ngipikrejo II, Desa Banjararum, Kalibawang, Kamis (8/1/2015).
Bambang mengungkapkan ada dua jenis padi Menor yang dikembangkan, yaitu Menor Pulen dan Menor Wangi. Luasan lahan yang digunakan untuk mengembangkan Menor Pulen yakni seluas 3,5 hektare. Sedangkan untuk Menor Wangi baru dikembangkan di lahan seluas 500 meter persegi.
Dia mengatakan untuk saat ini yang dikembangkan lebih dulu baru Menor Pulen. Pasalnya, untuk Menor Wangi pengembangannya baru sampai pada tahap pemurnian awal. Padahal, tahap pemurnian tersebut tidak cukup dilakukan selama satu hingga dua kali saja.
Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini pengembangan benih padi itu belum dapat didistribusikan di luar kecamatan ini. Pasalnya, pengembangan masih akan melihat seberapa besar produktifitas yang dihasilkan padi Menor. Namun, ke depan benih padi ini akan didistribusikan ke kelompok-kelompok tani.
“Arahnya akan menjadi padi premium yang dibudidayakan secara organik,” kata Bambang.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengharapkan padi Menor menjadi komoditas unggulan yang dimiliki Bumi Menoreh. Hasto mengatakan, padi yang ditanam di lereng Perbukitan Menoreh ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk premium. Dia menegaskan, agar sertifikasi padi tersebut dapat segera dilakukan.
“Tujuannya, agar padi ini segera dikembangkan oleh petani di seluruh Kulonprogo. Untuk potensi pasar juga sangat baik. Kami optimis, baik Bulog maupun toko modern akan dapat membuka pasar yang lebih luas untuk memasarkan beras Menor kualitas premium,” tandas Hasto.
Panen padi Menor ketiga juga turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY Arief Budi Santoso dan Anggota DPD RI Hafidz
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus siswa MTs di Pati yang mengalami putus dua jari masih diselidiki polisi. Sekolah membantah terjadi perundungan dan menyebutnya kecelakaan.
Mario Suryo Aji terjatuh di Q2 Moto2 Inggris 2026 dan harus start dari posisi ke-18 setelah sebelumnya tampil kompetitif di sesi practice.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 9 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 9 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Thailand juara Grup B Piala AFF 2026 dan Malaysia lolos semifinal. Hasil ini memastikan Timnas Indonesia gagal melaju ke empat besar.
Akses wisata Gunung Bromo ditutup total mulai 8 Agustus 2026 akibat kebakaran. Luas area terbakar mencapai 176 hektare dan api menuju B29.