Viral Dugaan Perundungan Siswa MTs di Pati, Sekolah Bantah Bullying
Kasus siswa MTs di Pati yang mengalami putus dua jari masih diselidiki polisi. Sekolah membantah terjadi perundungan dan menyebutnya kecelakaan.
Foto ilustrasi gas si melon (JIBI/Bisnis/Dok.)
Kelangkaan elpiji yang terjadi diduga lantaran pangkalan menjual produk tersebut ke pengepul dan pengecer, bukan konsumen langsung.
Harianjogja.com, BANTUL- Pemkab Bantul mengeluarkan ancaman terhadap 750 pangkalan di wilayah ini yang banyak menjual gas elpiji bersubsidi ke pengepul dan pengecer. Praktik bisnis pangkalan elpiji selama ini ditengarai melanggar peraturan menteri energi dan sumberdaya mineral (ESDM).
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi ( Disperindagkop) Kabupaten Bantul Sulistyanta mengatakan, pangkalan gas ukuran 3 Kg alias gas melon selama ini lebih banyak menjual barang bersubsidi itu ke pengecer dan pengepul, termasuk yang berasal dari luar wilayah pangkalan.
Sementara konsumen pengguna gas tidak kebagian dan kesulitan mencari barang tersebut. Tidak hanya itu, distribusi gas juga tidak merata. Di suatu daerah pasokan gas tersedia, sementara di daerah lainnya kekurangan pasokan. Kondisi ini mengakibatkan harga gas tidak terkendali di pasaran. Padahal praktik bisnis semacam itu menurut dia bertentangan dengan peraturan menteri ESDM tentang distribusi gas bersubsidi.
"Peraturan menteri jelas mengatur, pangkalan harus memprioritaskan penjualan gas ke konsumen pengguna atau rumah tangga bukan pengecer atau pengepul," tegas Sulistyanta Senin (12/1/2015).
Atas kondisi itu, mulai Senin lembaganya melayangkan surat ke pemilik pangkalan melalui agen elpiji, yang isinya mewajibkan pangkalan memprioritaskan penjualan gas ke konsumen bukan pengecer atau pengepul. Agen elpiji dan Pemkab Bantul menurutnya akan mengawasi pangkalan agar menaati instruksi tersebut.
"Kami akan melakukan inspeksi mendadak, dan agen juga diminta mengawasi pangkalan," ujarnya.
Bila instruksi itu dilanggar, pangkalan terancam sejumlah sanksi. Mulai dari pengurangan pasokan gas dari agen maupun pemutusan hubungan usaha. Sulistyanta menambahkan, lembaganya juga telah berkoordinasi dengan agen elpiji terkait usulan Pemkab Bantul menambah kuota gas melon sebesar 25% dari jumlah saat ini. Kabupaten Bantul saat ini menerima rata-rata 22.000 tabung gas setiap harinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus siswa MTs di Pati yang mengalami putus dua jari masih diselidiki polisi. Sekolah membantah terjadi perundungan dan menyebutnya kecelakaan.
Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi memperkuat tridarma, inovasi, dan kolaborasi industri agar lulusan siap menghadapi dunia kerja.
Zulhas mendorong teknologi pirolisis sebagai pelengkap PSEL yang diperkirakan baru menangani 22 persen timbulan sampah nasional.
X mengganti program Revenue Sharing dengan Original Content Rewards mulai 8 September 2026 dan memperketat syarat monetisasi kreator.
Harga emas Antam di Pegadaian hari ini, Minggu 9 Agustus 2026, naik Rp42.000 menjadi Rp2.798.000 per gram.
Nagasaki memperingati 81 tahun serangan bom atom AS dengan seruan pelucutan senjata nuklir dan penolakan terhadap penggunaan senjata nuklir.