RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Trans Jogja dianggap masih dibutuhkan oleh masyarakat sebagai angkutan massal
Harianjogja.com, JOGJA-Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam IX mengatakan keberadaan Trans Jogja sebagai kendaraan angkutan massal masih dibutuhkan oleh masyarakat.
Dari hasil kajian yang dilakukan Pemda DIY saat ini model yang terbaik adalah sistem buy the servis.
Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur sebagai jawaban atas pandangan fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY dalam rapat paripurna tentang Perjanjian Kerjasama Pemda DIY dan PT. Jogja Tugu Trans, Jumat (16/1/2015).
Pandangan Umum fraksi-fraksi ini setelah sebelumnya DPRD DIY menerima surat Permohonan Gubernur DIY untuk memperpanjang kontrak PT.Jogja Tugu Trans (Trans Jogja) yang akan selesai masa kontraknya pada 6 Februari mendatang. Permohonan perpanjangan kontrak hingga Desember 2015 nanti.
Paku Alam mengatakan, perpanjangan kontrak paling lama satu tahun sampai ada proses lelang. Menurutnya, perkembangan Trans Jogja selama tujuh tahun baru bisa beroperasi empat jalur. Pemda DIY terus melakukan kajian untuk mencari alternatif lain. "Model terbaik saat ini sistem buy the servis," kata Paku Alam.
Memang masih banyak masyarakat belum terlayani. Kedepan, Pemda DIY akan menambah sampai 17 jalur sehingga akan banyak masyarakat yang terlayani. Jalur itu nanti akan dilelang dan pemenang lelang diharapkan lebih dari satu agar ada persaingan.
Sementara soal keterlambatan bus Trans Jogja, Paku Alam menjawab karena disebabkan kondisi jalan macet (padat). Dan Trans Jogja tidak memiliki jalur khusus. Kepadatan itu, menurut Paku Alam karena adanya parkir Pedagang Kaki Lima, mall dan hotel serta banyak kendaraan yg dijual dengan harga murah.
"[Pemda DIY] sudah melakukan rekayasan lalu lintas seperti di Godean, Simpang Empat Kentungan, Simpang Empat Concat [Condong Catur]," kata Paku Alam.
Paku Alam juga menyampaikan terimakasih atas masukan, saran, koreksi dan pandangan dari fraksi-fraksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran TPA Jatiwaringin sulit dipadamkan karena mirip gambut. KLH kerahkan drone, Manggala Agni, dan TMC.
Said Iqbal turun langsung telusuri isu PHK di Tokopedia dan TikTok, pemerintah utamakan dialog dan perlindungan pekerja.
BI DIY gelar QJI x JRF 2026 di Jogja untuk dorong QRIS, UMKM, dan kecintaan generasi muda terhadap Rupiah.
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang ditangani dengan TMC, water bombing, dan metode inject untuk padamkan api bawah tanah.
Vrama Billiard dan Kanaya Munch & Mingle fokus memulihkan operasional usai kebakaran Rp20 miliar sambil mengapresiasi tim gabungan.