DPRD GUNUNGKIDUL : Stiker Logo & Gambar Pemkab pada Kendaraan Dinas Lepas, Mengapa?

Senin, 19 Januari 2015 19:40 WIB
DPRD GUNUNGKIDUL : Stiker Logo & Gambar Pemkab pada Kendaraan Dinas Lepas, Mengapa?

Salah satu contoh mobil dinas dewan yang stikernya dilepas. Harusnya, sebagai aset milik Pemkab Gunungkidul logo dan gambar itu tetap ada. Jumat (16/1/2015). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)

DPRD Gunungkidul, sebagian anggota dewan menyampaikan lepasnya logo dan gambar Pemkab pada mobil dinas lantaran bahan stiker kurang berkualitas. Alhasil, saat dicuci mudah mengelupas.

GUNUNGKIDUL – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah mulai melepas stiker dan logo Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Dari sepuluh kendaraan dinas baru yang diberikan, tiga di antaranya sudah tidak ada logo maupun tulisan pemkab. Padahal mobil-mobil ini baru didatangkan di akhir tahun lalu.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan Harianjogja.com, Jumat (16/1/2015) lalu, ada tiga mobil yang stikernya dicopot. Sebagai kendaraan dinas, harusnya ada tulisan dan logo pemkab di bagian pintu depan. Seperti yang terlihat di kendaraan Toyota Avanza dengan nomor polisi AB1827YY sudah bersih. Di bagian pintu depan sudah tidak ada logo maupun tulisan Pemkab Gunungkidul. Hal yang sama juga terlihat di kendaraan dinas dengan nomor polisi AB1813YY. Berbeda dengan kendaraan dinas sebelumnya, mobil ini masih menyisakan stiker bertuliskan pemkab. Hanya saja, untuk logo pemkab sudah dicopot.

Diketahui kendaraan ini merupakan mobil operasional Wakil Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul Heri Kriswanto. Saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2015), dia mengakui apabila kendaraan yang ia gunakan sudah tidak ada logo Pemkab Gunungkidul.

“Memang sudah tidak ada [logo pemkab], dan tinggal menyisakan tulisan saja,” kata Heri saat dihubungi, kemarin.

Politisi PAN itu menjelaskan pencopotan stiker terjadi beberapa waktu lalu, tepatnya di sebuah pencucian mobil di Wonosari. Saat proses pencucian, dia mendapatkan laporan dari petugas pencucian, bila stiker logo pemkab mengelupas sebagian. Melihat kondisi itu, Heri pun menyuruh kepada petugas untuk melepas gambar tersebut.

“Daripada dikembalikan lagi juga hasilnya tidak bagus, maka saya putuskan untuk melepasnya,” katanya.

Heri menegaskan, tidak ada alasan khusus melepas logo dan gambar di kendaraan dinas yang digunakannya. Dia mengatakan pelepasan tersebut, murni karena stiker tersebut mengelupas saat menyucikan mobil dinas itu.

Sementara itu, anggota dewan lainnya Sutiyo menambahkan, kualitas stiker yang dipasang di kendaraan dinas mudah mengelupas. Akibatnya, saat dicuci gambarnya mudah mengelupas.

“Mobil yang saya pakai sudah tidak ada gambarnya. Dalam waktu dekat ini, saya juga akan meminta logo baru untuk dipasang,” kata Sutiyo.

Terpisah, Kepala Bagian Tata Usaha Sekretariat DPRD Gunungkidul Jati Kusbanu mengatakan, akhir tahun lalu Setwan mendapatkan 11 kendaraan dinas baru dari pemkab. Rinciannya, tujuh mobil untuk Komisi, tiga mobil digunakan Wakil Ketua DPRD.

“Dua mobil lainnya, satu untuk kendaraan dinas Sekretaris DPRD dan satu mobil digunakan sebagai operasional keskretariatan,” kata Jati, kemarin.

Jati tidak menampik adanya ulah usil dari anggota dewan yang segaja melepas logo maupun stiker bertuliskan Pemkab Gunungkidul. Padahal menurut dia, gambar dan tulisan tersebut harus tetap ada karena sebagai penanda aset milik pemkab.

“Kami belum menghitung jumlahnya berapa. Yang jelas sudah ada beberapa mobil yang stikernya dilepas oleh yang menggunakan,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online