BPJS KESEHATAN : Warga Kecewa Pelayanan BPJS Harus Lewat Puskesmas

Selasa, 20 Januari 2015 03:20 WIB
BPJS KESEHATAN : Warga Kecewa Pelayanan BPJS Harus Lewat Puskesmas

BPJS Kesehatan telah diterapkan sejak tahun lalu, namun masih banyak warga yang tidak mengetahui mekanismenya karena tidak mendapatkan sosialisasi

Harianjogja.com, BANTUL – Layanan kesehatan masyarakat melalui program pemerintah BPJS belum berjalan sesuai harapan masyarakat.

Jumlah fasilitas kesehatan pertama (Faskes I) BPJS belum memadai dengan jumlah populasi di 17 kecamatan di Bantul. Akibatnya antrean panjang masih sering kali terlihat di puskesmas ataupun rumah sakit.

Seperti beberapa waktu lalu terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah Penembahan Senopati Bantul. Di tengah hujan deras Bulan Januari, rumah sakit ini banjir warga yang antre untuk mendapatkan pelayanan.

Ironis, banyak pasien BPJS yang masih belum mengetahui tahapan mekanisme penggunaan sistem berjenjang yang mustinya melalui tahap puskesmas setempat terlebih dahulu.

“Ternyata BPJS ini tidak bisa langsung digunakan ke RSUD untuk jenis sakit yang tidak termasuk emergency. Kami akhirnya balik kanan pindah ke puskesmas,” kata Ahmad, warga Sewon tercatat peserta BPJS mandiri hendak memeriksakan istri yang sedang sakit panas, belum lama ini.

Sejak mendaftar, wiraswasta ini tidak mendapatkan sosialisasi yang akurat untuk tahapan penggunaan karta BPJS yang sudah dimiliki.

“Setahu kami dengan daftar kepesertaan BPJS bisa digunakan di rumah sakit mana saja yang bekerja sama dengan BPJS,” ujarnya.

Senada juga diungkapkan Yudi. Niat memeriksakan penyakit rematik orang tua yang sudah terdaftar BPJS urung dilakukan di rumah sakit karena ditolak petugas saat hendak melakukan pendaftaran.

“Repot. Padahal tingkat kepercayaan masyarakat pada puskesmas itu tidak seperti kepercayaan pada rumah sakit,” ujar pria asal Trirenggo, Bantul tersebut.

Masyarakat berharap jam layanan kesehatan di tahap faskes I seperti puskemas, yang  notabene milik pemerintah, hendaknya ditambah lebih panjang.

Hal ini untuk mengantisipasi kebutuhan layanan kesehatan pasien BPJS yang membutuhkan penanganan medis sore dan malam hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online