Perbukitan yang mengelilingi Dusun Jentir, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen. (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Longsor Gunungkidul, lima bukit di Jentir, Ngawen patut diwaspadai.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Lima bukit di Dusun Jentir, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen rawan longsor. Sekitar 190 KK atau sekitar 1.155 jiwa terancam terkena longsor dari kelima bukit tersebut.
Kepala Dusun Jentir Sri Bakti Surana mengatakan, lokasi bukit tersebut jaraknya rata-rata 70 meter dari pemukiman warga. Ada sekitar 190 KK yang hidup di dekat bukit tersebut. Menurutnya, setiap musim hujan, beberapa kali terjadi longsor.
"Karena mengetahui rawan longsor, warga pun membuat cerukan yang cukup lebar," ungkap dia kepada Harianjogja, Rabu (21/1/2015).
Bakti mengungkapkan cerukan tersebut berfungsi menahan longsoran batu dari bukit. Menurut dia, tanah di daerah Jentir didominasi bebatuan sehingga jika terjadi longsor, bukan lumpur yang meluncur melainkan bebatuan.
“Dengan adanya cerukan, batu tersebut tertahan di cerukan sehingga tidak mengenai rumah warga,” ungkap dia.
Namun, luncuran batu tersebut kerap mengenai jalan raya dan persawahan. Jika meluncur ke jalan raya, batuan yang longsor bisa membahayakan pengendara dan mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas.
“Kami selalu memantau. Begitu ada batu yang menghalangi jalan, warga langsung gotong royong membersihkan batu tersebut,” imbuh dia.
Camat Ngawen Barji mengatakan,warga sudah hafal karakteristik daerah yang ditinggali. Menurut dia, begitu hujan turun, warga semakin siaga karena daerahnya rawan longsor.
“Pemerintah kecamatan pun memantau kondisi melalui perangkat desa. Mereka menjadi personal lead di setiap desa,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: