Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Beberapa korban keracunan massal yang masih menjalani observasi di Rumah Sakit Panti Nugroho, Pakem, hingga Kamis (22/1/2015) siang. (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.)
Keracunan Sleman bertambah, dari 70 orang menjadi 107 orang.
Harianjogja.com, SLEMAN-Jumlah korban keracunan massal keracunan massal yang menimpa karyawan sebuah perusahaan garmen di Dusun Balong, Donoharjo,
Ngaglik, Sleman, Rabu (21/1/2015) yang terdata Rumah Sakit (RS) Panti Nugroho, Pakem terus bertambah.
Semula korban keracunan berkisar 70 buruh, hingga Kamis (22/1/2015) pukul 17.00 WIB total korban telah mencapai 107 orang. Empat orang di antaranya harus menjalani rawat inap karena masih dalam tahap observasi.
“Rata-rata keluhannya sama. Pusing, mual, lalu muntah. Hanya saja munculnya gejala tergantung daya tahan tubuh pasien. Ada yang selang dua jam usai makan langsung merasa mual, tapi ada juga yang baru malam harinya baru terasa,” kata Direktur Utama RS Panti Nugroho, Tandean Arif Wibowo.
Tandean menambahkan permasalahan utama korban yang masih menjalani rawat inap adalah dehidrasi atau kekurangan cairan.
“Semakin sering muntah, semakin banyak cairan yang harus segera diganti,” jelasnya kemudian.
Yeni, salah satu korban keracunan massal mengaku lega karena diizinkan pulang setelah dirawat di RS Panti Nugroho sejak Rabu malam. Warga Nepen, Candibinangun, Pakem itu mengaku sudah tidak merasa mual meski tubuhnya masih lemas dan pusing.
“Paling baru masuk kerja hari Senin,” katanya, saat ditemui Kamis siang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Istana menegaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari program Banpres untuk masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi.
Polresta Pekalongan mengusut dugaan pencabulan enam santriwati di sebuah ponpes di Buaran dan mengamankan pengasuh pondok.
InJourney Airports memproyeksikan tiga juta penumpang pesawat melintas di 37 bandara selama libur Iduladha dan Hari Lahir Pancasila 2026.
Ledakan balon udara berpetasan di Blitar saat Iduladha menewaskan satu warga dan melukai dua anak di Desa Tambakan.
Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Iduladha 1447 H bersama diaspora Indonesia di Paris, Prancis, Rabu (27/5/2026).