RELOKASI PKL RSUP DR SARDJITO : Pedagang Berharap Tetap Boleh Berjualan di Luar

Rima Sekarani
Rima Sekarani Senin, 02 Februari 2015 18:20 WIB
RELOKASI PKL RSUP DR SARDJITO : Pedagang Berharap Tetap Boleh Berjualan di Luar

Pekerja menyelesaikan pembuatan talut Jembatan Komplang, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Kamis (28/8/2014). Kawasan Komplang akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) Kota Solo. Sementara itu, pembangunan Taman Komplang masih menunggu PKL yang akan direlokasi ke Selter Komplang, akhir September 2014 mendatang. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)

Relokasi PKL RSUP Dr Sardjito, pedagang berharap dapat berjualan di luar pada jam tertentu

Harianjogja.com, SLEMAN-Pedagang kali lima (PKL) berharap diberi sedikit kelonggaran tetap berjualan di depan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr.Sardjito paska-relokasi nanti. Mereka tetap tidak yakin dagangannya akan laku jika hanya dijual di dalam PKL Resto.

Kelonggaran yang dimaksud berupa izin berjualan di depan rumah sakit pada jam tertentu.

“Kalau besok sudah masuk, kalau bisa ingin tetap jualan di luar walaupun mulainya sore. Jadi, paginya tetap bersih,” kata Rubiah, salah satu PKL yang sehari-hari berjualan nasi rames, Sabtu (31/1/2015) lalu.

Permintaan Rubiah ini bukan tanpa alasan. Dia mengaku sudah pernah merugi saat berjualan di dalam PKL Resto.

“Saya dulu masuk sekitar tahun 1999. Tidak lama kemudian, sekitar tahun 2000 saya dan yang lain pada keluar. Dagangan tidak laku, banyak utang juga,” ungkapnya.

Sama seperti pedagang lain, dia hanya ingin jaminan dagangannya laku.

“Persaingan di dalam juga rasanya sudah tidak sehat. Sekarang para pegawai saja sudah banyak yang bawa makanan untuk dijual sambil kerja,” kata perempuan yang mengaku sudah berjualan di sekitar RSUP Dr.Sardjito sejak 1975.

Rubiah juga khawatir tidak semua pedagang bisa tertampung di PKL Resto. Hal itu dinilai bisa menimbulkan kecemburuan antarpedagang.

“Dulu waktu tahun 1999 itu belum sampai 50 pedagang. Sekarang sudah 100 lebih, mungkin sampai 150 pedagang. Kalau pindah lalu ada teman yang tidak dapat tempat bagaimana. Jadi serba salah juga kami,” ungkap warga asal Wonosari, Gunungkidul itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online