DEMAM BERDARAH DIY : 5 Warga Meninggal

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Kamis, 05 Februari 2015 02:20 WIB
DEMAM BERDARAH DIY : 5 Warga Meninggal

Espos/Ratna Puspita Dewi PEMBERANTASAN NYAMUK -- Petugas melakukan pengasapan atau <i>fogging<i>, di Jalan Menteri Supeno, Manahan, Banjarsari, Solo, Senin (12/7). Pengasapan tersebut untuk membasmi nyamuk aedes aegypti dan mencegah mewabahnya penyakit demam berdarah.

Demam berdarah di DIY selama sebulan terakhir berjumlah 316 kasus dan lima warga meninggal.

Harianjogja.com, JOGJA-Penyakit demam berdarah atau DBD telah merenggut lima nyawa warga DIY dalam waktu sebulan terakhir tahun ini

Dinas Kesehatan DIY mencatat, selama kurun 1 Januari-3 Februari sudah ada 316 kasus DBD di DIY. Angka itu terdiri dari Kabupaten Bantul 115 kasus (2 di antaranya meninggal dunia); Kabupaten Gunungkidul 85 kasus (Seorang meninggal dunia); Kota Jogja 52 kasus (seorang meninggal dunia); Kabupaten Sleman 54 kasus (seorang meninggal dunia); dan Kabupaten Kulonprogo 10 kasus.

"Lima korban meninggal akibat penanganan medis yang terlambat," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan DIY Daryanto Chadorie, Selasa (3/2/2015).

Daryanto mengatakan untuk menekan jumlah kasus DBD lebih banyak lagi, pihaknya menggencarkan sosialisasi antisipasi dan penanganan DBD melalui berbagai media. Menyediakan fasilitas Rapid Diagnosis Test (RDT) DBD di semua instansi layanan kesehatan, dan Kader Distric Surveillance Officer juga diterjunkan ke tengah masyarakat.

"Sehingga pasien demam dengan gejala DBD bisa segera dideteksi. Jangan sampai ada kasus DBD yang terlambat ditangani," ucap Daryanto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online