PENEMUAN FOSIL KAYU : Diolah Sebagai Potensi Daerah

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Kamis, 05 Februari 2015 23:20 WIB
PENEMUAN FOSIL KAYU : Diolah Sebagai Potensi Daerah

Batu yang diduga fosil kayu yang digali dari pekarangan milik Wahyu Pinuji. Proses penggalian dilakukan selama satu minggu. Baru pada Rabu (4/2/2015), batu tersebut diletakkan di halaman rumah Wahyu Pinuji. (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Istiqoma)

Penemuan fosil kayu diharapkan dapat diolah sehingga menjadi potensi daerah.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Warga Dusun Krinjing, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Wahyu Pinuji, 28, warga Krinjing bersama pamannya menggali benda yang diduga fosil kayu, Rabu (4/2/2015). Benda tersebut terkubur di pekarangan sisi timur rumahnya.

Sebelumnya, kata dia, di sekeliling batu besar tersebut, terdapat potongan-potongan batu yang juga diduga fosil kayu. Namun, batu tersebut sudah banyak diambil oleh warga. Biasanya, batu yang dikumpulkan dijual kepada peminat dari Jakarta.

"Saya pikir batu itu kok unik. Jadi ingin saya pajang," imbuh dia.

Salah satu tokoh masyarakat di Dusun Krinjing Sularto menambahkan di wilayah tersebut banyak ditemukan batu antik. Ia menilai, hal itu merupakan potensi daerah yang harus dikembangkan. Ia berharap, ke depannya akan ada pendampingan dari pemerintah untuk mengolah batu tersebut.

"Daripada dijual oleh warga dalam bentuk batu, lebih baik diolah menjadi barang kerajinan," ujar dia.

Kabar yang ia terima, warga biasanya menjual batu antik yang ditemukan kepada peminat dari Jakarta. Harganya pun bisa dikatakan murah. Setiap kilogramnya hanya dihargai Rp10.000.

"Saya harap, aset daerah ini bisa dilindungi dan diolah untuk kesejahteraan rakyat," ujar dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online