Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Oknum pembuang sampah tertangkap basah membuang sampah di bekas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kadisoka, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Kamis (5/2/2015). Dia lalu harus memungutnya lagi setelah diteriaki warga setempat. (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I.N)
Masalah lingkungan, utamanya di sekitar TPS Kadisoka membuat warga geram. Adapun lokasi tersebut sudah ditutup sejak awal tahun.
Harianjogja.com, SLEMAN-Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar di Dusun Kadisoka, Purwomartani, Kalasan, Sleman ditutup sejak 1 Januari 2015. Akibat masih jadi sasaran pembuangan sampah, warga kemudian memasang pagar dan spanduk bertuliskan “TPS Ditutup” sejak sepekan lalu.
Fuad, warga yang tinggal di sebelah bekas TPS liar Kadisoka mengungkapkan sebenarnya sudah sejak lama lokasi tersebut terlarang bagi pembuangan sampah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman pun sudah sempat turun tangan dan menutupnya.
“Urusan sampah itu memang susah. Pemerintah juga dulu tidak berhasil. Waktu hari penutupan memang steril, tapi hari berikutnya ya ada lagi. Kita tutup sebelah kanan, sampah dibuang ke kiri dan sebaliknya,” ungkap Fuad kepada Harianjogja.com, Kamis (5/2/2015).
Sejak tahun 2014, warga di sekitar bekas TPS liar Kadisoka berkumpul untuk membahas rencana penutupan. Menurut dia, warga yang sepakat dari berbagai wilayah, misal Perumahan Polda, kampung Dukuhsari dan Kadisoka. Adapun pembuangan sampah oleh warga dari ketiga wilayah yang bersepakat itu, saat ini dipindah ke TPS yang terletak di utara Universitas Kristen Imanuel (Ukrim), Purwomartani, Kalasan, Sleman.
“Orang yang buang sampah kan juga tidak selalu warga sekitar. Jadi ini kami masih melakukan kontrol selama satu bulan ke depan. Setiap malam, kami ada yang berjaga,” ucap Fuad yang mengaku tinggal di Kadisoka sejak 1992.
Oknum yang tertangkap basah akan langsung ditindak. Belum tentu langsung didenda, tapi harus memungut kembali sampah yang sudah dibuang.
“Masih ada [pembuang sampah sembarangan]. Harapannya setelah dijaga, mereka sadar bahwa tempat itu sudah benar-benar ditutup,” katanya.
Beberapa saat setelah memberikan keterangannya, Fuad tiba-tiba berteriak ke arah bekas TPS Kadisoka. Ternyata, ada dua orang pengendara sepeda motor yang berhentik sejenak dan melempar sampah.
“Pungut lagi! Tidak baca ya kalau itu sudah ditutup?” seru Fuad sambil mendekati kedua orang itu.
Meski sempat bingung, salah satu orang kemudian mengambil lagi sampah yang dibungkus dalam plastik kresek berwarna merah. Namun, dia tidak mau banyak berkomentar ketika ditanya identitasnya.
Sementara itu, Camat Kalasan, Samsul Bakri mengatakanTPS di utara kampus Ukrim yang dimaksud warga tersebut adalah depo sampah yang memang baru selesai dibangun.
"TPS liar di kadisoka itu yang menutup adalah Pemerintah Desa Purwomartani karena lahan itu adalah milik kas desa tersebut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Donald Trump memperingatkan Oman terkait Selat Hormuz. AS tegaskan jalur pelayaran vital itu tidak boleh dikuasai pihak mana pun.
Jadwal SPMB Kulonprogo 2026 resmi diumumkan. Cek kuota SD-SMP terbaru, jalur domisili berubah dan pendaftaran kini full online.
Ferrari Luce 2027 resmi diperkenalkan sebagai mobil listrik pertama Ferrari dengan tenaga 772 kW, jarak tempuh 530 km, dan desain futuristik.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca DIY 28 Mei 2026. Hujan lebat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi di Kulon Progo dan Sleman.
Tiga pelajar di Sragen diamankan polisi usai bikin konten pocong jadi-jadian di TikTok. Aksi demi viral ini sempat bikin heboh warga.