BANDARA KULONPROGO : Pembangunan JJLS Diprioritaskan

Jum'at, 06 Februari 2015 16:20 WIB
BANDARA KULONPROGO : Pembangunan JJLS Diprioritaskan

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (Abdullah Azzam/JIBI/Bisnis)

Bandara Kulonprogo perlu mengutamakan pembangunan JJLS.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Pembangunan bandara di Kecamatan Temon harus mengalah jika berbenturan dengan pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Artinya, bukan berarti pembangunan berhenti melainkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengantisipasi dengan pembuatan underpass atau fly
over.

Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat meninjau lokasi calon bandara baru di Pantai Congot, Desa Jangkaran, Temon, Kamis (5/2/2015). Jonan mengungkapkan pembangunan bandara baru di DIY penting mengingat jumlah penumpang di Bandara Adisucipto sudah melebihi kapasitas. Kendati demikian, apabila lahan yang dibebaskan untuk pembangunan bandara bertabrakan dengan lahan JJLS maka harus ada antisipasi. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/01/30/bandara-adisutjipto-tambah-terminal-senilai-rp23-miliar-572633">BANDARA ADISUTJIPTO Tambah Terminal Senilai Rp23 Miliar)

Selain antisipasi benturan dengan JJLS, keberadaan rel kereta api dan jalan utama yang terhubung dengan pusat kota dipandang perlu.

“Akan ada kereta api dan bus yang rutenya langsung ke pusat kota,” imbuh Jonan.

Dikatakannya, Kemenhub mendukung pembangunan bandara dari segi perizinan.

“Untuk penyelesaian konflik sosial diserahkan kepada Pemda DIY dan Pemkab Kulonprogo, sedangkan masalah finansial diserahkan sepenuhnya ke PT Angkasa Pura (AP) I,” ujarnya.

Terkait kawasan wisata Glagah, Jonan menilai mempertahankan keberadaan suatu kawasan harus dipertimbangkan tujuannya. Menurut dia, jika dalam penentuan batas diketahui suatu kawasan wisata terkena, maka kawasan tersebut tidak dapat dipertahankan.

“Jika patok batas areal dapat bergeser dan tidak mengenai kawasan tersebut, maka dipertahankan tidak masalah,” terangnya.

Direktur Umum PT AP I Tommy Soetomo menyebutkan anggaran pembangunan bandara baru di Temon berkisar Rp6 sampai Rp8 triliun dengan perkiraan luas lahan yang dibutuhkan 630 sampai 650 hektare.

“Soal pembangunan masih panjang prosesnya, kami berusaha mengikuti jadwal sesuai dengan undang-undang dan saat ini masih di tahap konsultasi publik,” paparnya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menuturka tujuan Menteri Perhubungan datang ke lokasi bandara baru untuk meninjau dan mengikuti secara langsung perkembangannya. Ia berencana meminta ketegasan Kemnehub dalam pembangunan bandara di Kulonprogo.

“Kami ingin kejelasan maupun saran semisal terdapat persoalan di tengah jalannya pembangunan bandara,” tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online