INFRASTRUKTUR KULONPROGO : Warga Keluhkan Dampak Pelebaran Jalan Dudukan, Ini Sebabnya

Holy Kartika Nurwigati
Holy Kartika Nurwigati Senin, 09 Februari 2015 03:20 WIB
INFRASTRUKTUR KULONPROGO : Warga Keluhkan Dampak Pelebaran Jalan Dudukan, Ini Sebabnya

Infrastruktur di Kulonprogo dikeluhkan. Pembangunan jalan Dudukan dikeluhkan warga

Harianjogja.com, KULONPROGO - Proyek pelebaran jalan di kawasan industri dari Jalan Dudukan menyisakan keluhan sejumlah warga.

Warga menyesalkan belum adanya tindakan perbaikan atas pengerukan tanah halaman rumah yang terkena proyek tersebut.

Wahyudi, 52, warga Dusun Blimbing, Desa Sukoreno, Sentolo mengatakan, setelah proyek pertama selesai, tidak ada tindakan perbaikan atas halaman rumah yang tergerus. Padahal, tanah di daerah tersebut cenderung liat, sehingga saat hujan akan licin.

"Kondisi halaman rumah kami masih belum diperbaiki. Kalau hujan bahayanya, tanah akan makin tergerus dan terkikis sampai teras rumah," ujar Wahyudi saat ditemui Harian Jogja di rumahnya, Minggu (8/2/2015).

Dari pantauan di lapangan, kondisi rumah warga berada di atas badan jalan. Jalan di depan rumah warga, bahkan tampak rapuh hanya dengan pondasi batu bata. Semestinya, untuk meminimalisir tanah ambles yang mungkin saja dapat terjadi dibuatkan talud.

Wahyudi mengungkapkan, tak hanya persoalan tersebut. Saluran air yang dibuat juga tidak sempurna. Pasalnya, air yang mengalir tidak tuntas, sehingga ketika air surut justru masih menggenang.

"Salurannya kurang rendah, jadi airnya masih menggenang. Kalau begini cukup mengganggu karena bisa menjadi sarang nyamuk," jelas Wahyudi.

Meriyanto, 42, warga Dusun Giyoso, Desa Salamrejo menambahkan, belum semua saluran air dibangun. Seperti di dekat warung mie ayam miliknya, saluran air sama sekali belum ada.

Bahkan, jalan desa di Dusun Blimbing yang dijanjikan akan diperbaiki, sampai saat ini hanya ada material batu split yang diletakkan begitu saja.

"Katanya mau diperbaiki, tapi sampai sekarang belum. Saya hanya berharap, tempat ini [Kawasan Industri Sentolo] akan jadi daerah perkotaan. Paling tidak proyeknya segera diselesaikan, agar akses jalan semakin baik," ungkap Meriyanto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online