Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong di Boyolali
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Longsor Bantul yang terjadi di Piyungan diawali dengan suara gemuruh
Harianjogja.com, BANTUL - Hujan deras menjadi ancaman beberapa daerah rawan bencana longsor di kawasan perbukitan Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul. Batu di tebing di Dusun Bulusari berukuran besar di bukit Bulusari, Desa Srimartani longsor selepas hujan, Senin (9/2/2015) sekitar pukul 17.30 WIB.
Beruntung, longsornya batu berukuran besar dari atas bukit berketinggian sekitar 12 meter ini tidak menyebabkan korban. Batu setinggi orang dewasa ini hanya menutup akses jalan antar dusun menyebabkan akses lalu lintas antar dusun di Srimartani terputus.
"Tidak ada tanda-tanda. Tiba-tiba saja suara gemuruh dan batu itu jatuh tepat ditengah jalan," kata Maryadi, warga Bulusari tinggal tak jauh dari lokasi saat ditemui Harianjogja, Selasa (10/2/2015).
Menurut Maryadi, kondisi cuaca saat itu tidak sedang hujan deras. Baru ini diduga tidak ada penyangga yang kuat diatas tebing sehingga meluncur longsor menutup jalan. "Beruntung sekali pas tidak ada pelintas jalan. Padahal biasanya ramai karena jalan ini satu-satunya akses utama masyarakat," tandasnya.
Samsuhadi, warga Draman, Desa Srimartani menambahkan akibat longsornya batu besar dari tebing itu beberapa jam arus lalu lintas sempat terganggu. Hanya pelintas jalan menggunakan sepeda motor yang melintas. "Itupun hanya satu per satu satu," imbuh Guru SMP Pembangunan Piyungan.
Warga setempat tak mau menunggu lama datangnya alat berat untuk mengevakuasi longsoran batu besar ini. Warga akhirnya bergotong royong memacah batu dengan alat seadanya agar arus lalu lintas kembali normal.
Di wilayah sekitar lokasi runtuhnya tebing ini memang termasuk kawasan paling rawan longsor. Banyak rumah penduduk berdiri tepat di kaki bukit bekas galian alat berat. Selain untuk tinggal bersama anggota keluarga, beberapa bangunan ruang usaha warga berdiri. Salah satunya industri batako yang memperkerjakan sekitar
empat orang.
Ditemui dilokasi, para pekerja mengaku kejadian longsor disekitar wilayah kerjanya memang sangat mengancam. Tepat di belakang bangunan tempat kerjanya, juga masih nampak bekas longsoran batu-batu yang berukuran besar.
Anggota DPRD Bantul Nur Laili Maharani mengatakan perlu ada upaya pemerintah menyikapi ancaman bencana tersebut.
"Apalagi curah hujan saat ini masih tinggi. Melihat medannya memang wilayah sekitar tidak layak untuk berdiri bangunan jadi pemerintah harus menngambil langkah antisipasi dini sebelum ada korban," ujar Rani
telah melaporkan kejadian ke dinas terkait di Pemkab Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.