7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Petugas dari Kepolisian Resort Kulonprogo dan warga gotong royong membersihkan material longsor di salah satu rumah warga di Dusun Sarimulyo, Desa Gerbosari, Samigaluh, Selasa (10/2/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Longsor Kulonprogo mengancam setidaknya tiga desa di Samigaluh.
Harianjogja.com, KULONPROGO– Sejumlah titik longsor terjadi dan mengancam rumah warga di Kecamatan Samigaluh. Empat rumah nyaris tertimbun longsor dan satu rumah rusak terkena material longsor mengakibatkan satu orang warga terluka.
Dari pantauan Harian Jogja di tempat kejadian, ada empat rumah di Dusun Sarimulyo Desa Gerbosari yang nyaris tertimbun material longsor dari tebing setinggi kurang lebih 20 meter. Menurut Sartinah, 60, salah satu pemilik rumah, longsor terjadi Senin, (9/2/2015) sekitar pukul 16.00 WIB.
“Kebetulan yang di rumah suami dan cucu saya. Sekitar pukul empat sore terdengar suara gemuruh dari tebing di depan rumah. Seperti mau longsor, lalu suami saya buru-buru menyelamatkan diri,” ujar Sartinah kepada wartawan, Selasa (10/2/2015).
Sartinah menuturkan, sebelumnya yang ambrol adalah tebing yang berada di sisi timur. Kemudian selang beberapa menit, tebing di sebelah baratnya ambrol. Namun, tadinya material longsor yang ambrol tidak seberapa.
“Karena hujan terus turun dari jam dua siang, akhirnya material yang longsor semakin banyak. Jalan tegalan langsung tertutup tanah dan hampir sampai ke rumah,” jelas Sartinah.
Setelah kejadian tersebut, sejumlah tim dari SAR, Polsek Samigaluh, Polres Kulonprogo, TNI dan warga membantu membersihkan material longsor. Sementara di Dusun Trayu Desa Ngargosari, sebuah rumah rusak setelah dinding dapur terhantam material longsor.
Sapardi, 42, mengatakan, tanah longsor yang mengenai rumahnya terjadi Senin petang. Saat itu, hujan deras mengguyur sejak siang hari dan menyebabkan tanah di tebing dekat rumahnya menjadi rapuh.
“Material longsor langsung menjebol dinding dapur. Saat itu, istri saya sedang memasak, karena dihantam material, dinding langsung roboh. Istri saya kemudian tertimpa material longsor karena tanah langsung masuk ke dalam rumah,” papar Sapardi.
Sementara itu, menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo terdapat tiga titik longsor yang terjadi pada Senin lalu. Staf Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kulonprogo Wahyu Budiarto mengatakan, tiga titik longsor tersebut sebagian besar berada di Samigaluh. Selain mengancam rumah warga di dua desa tersebut, longsor juga sempat mengancam jalan provinsi.
“Kami sudah langsung turunkan logistik ke tempat-tempat yang terkena longsor. Beberapa warga ada yang mulai mengevakuasi diri, karena kemungkinan potensi hujan deras masih akan turun dan dapat kembali terjadi longsor susulan. Apalagi menurut BMKG potensi puncak hujan masih akan terjadi hingga akhir Februari,” jelas Wahyu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.