Yakin Singkirkan Prancis, Pelatih Spanyol Percaya Diri ke Final
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
Seorang pembeli tengah memilih dagangan dilapak pedagang sembako di Pasar tradisional Piyungan. Pada hari pertama berlakunya harga baru BBM, sejumlah harga kebutuhan pokok untuk non-pabrikan sudah mulai berguguran seperti sayuran, daging, telur, beras dan cabai. (JIBI/Harian Jogja/Endro Guntoro)
Harga kebutuhan pokok menjelang tahun baru imlek justru stabil.
Harianjogja.com, JOGJA-Menjelang perayaan tahun baru Imlek, 19 Februari mendatang, harga kebutuhan pokok di wilayah DIY masih relatif stabil. Beberapa harga komoditi mengalami fluktuasi harga meski hanya sedikit. Diprediksi harga pasaran saat ini relative stabil hingga perayaan Imlek mendatang.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com di pasar tradisional Bringharjo dan Kranggan menunjukkan harga yang stabil tinggi jelang Imlek di antaranya harga beras, daging ayam dan telur. Sementara harga komoditas yang mengalami penurunan adalah komoditas cabai.
Pedagang telur ayam, Pardianto, mengaku harga telur masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Harga telur ayam masih stabil tinggi antara Rp19.000 hingga Rp20.000 per kg.
"Kalau di agen Rp18.000 tapi kalau di eceran bisa Rp19.000 sampai Rp20.000 per kilogramnya," ujar Pardi di Pasar Beringharjo, Rabu (11/2/2015).
Sementara harga daging ayam, kata Murniasih, juga stabil diangka Rp30.000 per kg. Menurutnya, selain faktor musim hujan, pengiriman barang juga mempengaruhi harga.
“Apalagi sebentar lahi ada perayaan imlek. Untuk komoditas lain seperti minyak goreng, gula dan bawang harganya juga masih stabil, belum naik. Minyak goreng Rp11.000 per liter dan gula pasir masih Rp10.000 per kg, bawang merah dan putih Rp16.000 per kg," tuturnya.
Setali tiga uang, harga beras di pasaran juga stabil tinggi diangka Rp9.500 per kg. Stabilnya harga beras tersebut disebabkan karena pasokan terbatas karena belum masuk masa panen.
“Harga beras kemungkinan turun mendekati panen akhir Februari nanti," jelas Sunyoto salah seorang pedagang beras di Pasar Kranggan, Jogja.
Harga kebutuhan masyarakat yang paling mencolok turun adalah komoditas cabai. Dalam hitungan pekan, harga cabai terus melorot seiring semakin dekatnya panen raya. Saat ini, harga cabai hanya dihargai belasan ribu rupiah saja. Untuk harga cabai merah kriting saat ini dijual Rp15.000 perkg dan cabai merah besar dipatok Rp14.000 perkg. Sementara, untuk cabai rawit merah dan hijau, masing-masing dihargai rata-rata Rp24.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Kemnaker dan SIGAB meluncurkan panduan optimalisasi ULD untuk memperluas akses kerja penyandang disabilitas dan memperkuat pendampingan.