PEMKAB BANTUL : Adakah Perusahan Rekanan yang Masuk Daftar Hitam?

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Jum'at, 13 Februari 2015 02:20 WIB
PEMKAB BANTUL : Adakah Perusahan Rekanan yang Masuk Daftar Hitam?

Ilustrasi lelang (JIBI/Dok)

Pemkab Bantul menegaskan tidak ada perusahaan rekanan yang masuk daftar hitam.

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bantul mengklaim tidak ada perusahaan rekanan yang masuk dalam daftar hitam di unit layanan pengadaan secara elektronik.

"Kalau (perusahaan rekanan) yang daftar hitam tidak ada dan tahun kemarin pekerjaan dari semua rekanan dapat terselesaikan sesuai jadwal," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bantul, Heru Suhadi di Bantul, Rabu (11/2/2015).

Menurut dia, selain perusahaan rekanan telah menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal, dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa telah melalui prosedur serta peryaratan yang benar.

"Tahun kemarin proyek pekerjaan kami juga tidak kompleks, sehingga tidak terlalu rumit dalam pengadaan barang dan jasanya, memang ada beberapa yang molor, misalnya masih kurang ini, namun masih dalam batas toleransi," kata Heru.

Namun demikian, kata dia, keterlambatan dalam pengadaan barang dan jasa pihak ketiga tersebut tidak terus kemudian pihaknya membekukan atau memasukkan dalam daftar hitam dan tidak dipakai dalam pengadaan barang tahap selanjutnya.

"Kalau yang dimasukkan daftar hitam itu ketika (perusahaan rekanan) sudah ditetapkan sebagai pemenang mundur, namun kalau misalnya kalah namun tidak ada kesalahan, tidak bisa dimasukkan daftar hitam," katanya.

Menurut dia, perusahaan rekanan yang terdaftar di LPSE Pemkab Bantul setiap tahun tidak selalu sama, sehingga selain ada rekanan baru juga rekanan lama, dan pihak ketiga tersebut berasal dari berbagai perusahaan lokal maupun luar daerah.

"Rekanan lama ada, yang baru juga ada tergantung penawaran, dan yang bisa menawar dengan benar dan memenuhi persyaratan itu yang dipakai, apalagi kami sudah ada unit layanan sendiri, sehingga lebih dimudahkan," katanya.

Sementara itu, kata dia pada tahun lalu pihaknya telah melakukan lelang pekerjaan sebanyak sekitar 115 paket, mulai dari pembangunan jembatan, pembangunan jalan, gedung perkantoran hingga jalan lingkungan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis