PENGANIAYAAN BANTUL : Psikolog Menilai Pelaku Perlu Pemeriksaan Jiwa

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Rabu, 18 Februari 2015 09:20 WIB
PENGANIAYAAN BANTUL : Psikolog Menilai Pelaku Perlu Pemeriksaan Jiwa

Ilustrasi (JIBI/Dok/Solopos)

Penganiayaan Bantul, utamanya pelaku perlu menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Harianjogja,com, BANTUL- Delapan pelaku penyekapan dan pengiayaan sadis terhadap siswi SMA berinisial LAA, 18, di Dusun Saman, Desa Bangunharjo, Sewon Bantul pekan lalu dinilai perlu menjalani pemeriksaan jiwa. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/02/16/penganiayaan-jogja-sadis-siswi-sma-jogja-dianiaya-karena-pamer-tato-hello-kitty-577591">PENGANIAYAAN JOGJA : Sadis! Siswi SMA Jogja Dianiaya karena Pamer Tato Hello Kitty).

Psikolog dari Universitas Sanata Dharma, Paulus Edi Suhartanto menilai perlu adanya pemeriksaan kejiwaan terhadap para tersangka mengingat tindakan yang mereka lakukan sudah sedemikian keji.

Misalnya memasukan botol bir yang telah diolesi hand body lotion ke dalam kemaluan korban, mencukur rambut kepala dan kemaluan korban, menendang dan menyundut dengan rokok. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/02/16/penganiayaan-bantul-kemaluan-korban-dimasuki-botol-inilah-penganiayaan-paling-keji-di-diy-577594">PENGANIAYAAN BANTUL : Kemaluan Korban Dimasuki Botol, Inilah Penganiayaan Paling Keji di DIY)

"Hanya dengan pemeriksaan kondisi kejiwaan korban bisa diketahui apakah terganggu atau tidak," jelasnya, Selasa (17/2/2015).

Menurut Paulus, fenomena penganiayaan sadis yang dilakukan delapan perempuan dan dua orang lelaki berusia 16-21 tahun itu merupakan dampak dari penguruh buruk lingkungan.

Bisa dari orang tua, lingkungan sekitar dan media yang mereka temui setiap hari.

"Bisa saja mereka meniru cara-cara di sinetron atau internet bagaimana melakukan penganiayaan. Dengan cara itu mereka melampiaskan kemarahannya," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis