Perkosa Pacar di Bawah Umur, Pemuda Wonogiri Ancam Sebar Video
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Man and Euro coins --- Image by Guntmar Fritz/zefa/Corbis 1 Adults Blazer Budgeting Business and commerce Businessmen Businesspeople Close-up view Clothing Coin Costume, clothing, and fashion Cropped European currency European Union European Union currency Euros Finance Fingers Hands International organization Investing Jacket Males Men Money Occupations and work Outerwear People Personal finance Pile Prosperity Saving money Stack Stacking Wealth Whites
Penggunaan danais di Kulonprogo dapat lebih beragam. Sebab dana yang digelontorkan mengalami peningkatan.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Anggaran penyelenggaraan dan pengembangan seni berbasis kebudayaan yang bersumber dari dana keistimewaan mengalami kenaikan. Alokasi tahun 2015 Kulonprogo menerima dana sebesar Rp33 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tahun lalu, kurang lebih sekitar Rp29 miliar yang kami terima. Dana tersebut tidak hanya untuk mendukung kegiatan seni budaya, tetapi juga mendukung pelestarian budaya," ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Kulonprogo Kris Sutanto saat ditemui di Gedung Kesenian, Selasa (17/2/2015).
Kris mengungkapkan penyelenggaraan masih akan diikuti oleh 68 desa kantong budaya, sepuluh desa rintisan budaya dan sepuluh desa budaya. Dia berharap, penampilan seni dan budaya tahun ini dapat lebih menonjolkan kreativitas dan inovasi. Hal itu dilakukan agar kesenian yang ditampilkan tidak monoton dan tentunya memiliki ciri khas tersendiri.
"Maka dari itu, perlu pendampingan dan pembinaan kepada para pelaku seni di setiap desa. Tujuannya, agar kesenian yang ditampilkan lebih kreatif dan tidak monoton seperti tahun pertama," papar Kris.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Dinbudparpora Kulonprogo Joko Mursito menambahkan, meski ada kenaikan danais dari pusat, namun beban kerja masih cenderung sama. Joko mengungkapkan, program pembinaan tersebut akan memperbaiki kualitas seni budaya yang ditampilkan.
Namun, pada dasarnya ada dua aspek yang ditekankan, yakni kemasan kreatif dan fungsi hiburan. Tujuannya, penampilan seni yang ditampilkan setiap desa harus dapat mewujudkan ciri khas yang ada di desa bersangkutan.
"Arah pendampingannya adalah untuk merangsang kreatifitas dan inovasi baru. Harapannya juga agar ke depan dapat merangkul lebih banyak orang lagi," jelas Joko.
Lebih lanjut Joko memaparkan, salah satu aktivitas seni yang potensial untuk diberikan pendampingan khusus yakni sendratari Sugriwo Subali. Kedua tokoh pewayangan itu, telah menjadi ikon di Goa Kiskendo. Selain sebagai daya tarik dari objek wisata tersebut, sendratari itu juga menjadi kebudayaan yang perlu untuk dilestarikan.
"Kami akan menghidupkan sendratari tersebut. Rencananya kami akan menggandeng teman-teman ISI Jogja untuk menggarap tarian tersebut," tandas Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.
Piala AFF 2026 memasuki fase semifinal! Singapura vs Thailand dan Malaysia vs Vietnam. Thailand lolos dengan nilai sempurna, Vietnam juara Grup A. Cek jadwal le
Honor resmi luncurkan Robot Phone dengan gimbal titanium terkecil di industri. Kamera 200 MP bisa bergerak 4 arah, rekam 4K, dan punya 100 ekspresi wajib.