JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto
Kelompok kesenian sanggar Kembang Sakura berkostum punokawan dalam Kirab Pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 26 di kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Rabu (20/08/2014). Festival Kesenian Yogyakarta tahun ini tidak hanya digelar di Plasa Pasar Ngasem Yogyakarta namun juga di 4 kabupaten lainya.
Penataan Malioboro kali ini berkisar sumbu imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Tugu, Altar, Kraton dan Pantai Parangtritis.
Harianjogja.com, JOGJA-UPT Malioboro akan berupaya melakukan penataan kembali tata ruang Alun-alun Utara (Altar) dan Malioboro berdasarkan filosofis dari sumbu imajiner. Sebab untuk kaitan dengan kebudayaan sudah menjadi wewenang Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jogja.
Kepala UPT Malioboro, Syarief Teguh menyatakan penataan tersebut sedianya menggunakan dana keistimewaan sebesar Rp3 miliar. Berasal dari anggaran danais yang menjadi jatah Pemkot Jogja sebesar Rp34 miliar.
Saat ini, pihaknya tengah melakukan sejumlah revisi dalam kajian rencana tata ruang tersebut. Karena ada sejumlah aspek yang sempat dikhawatirkan bertabrakan dengan tugas Satuan Kerja Perangkat Daerah lainnya. Sehingga Syarief berupaya agar kajian benar-benar memenuhi tujuan aspek tata ruang.
"Contohnya, tadinya kami akan melakukan penataan pengamanan di Alun-alun, namun ternyata tugas pengamanan telah dihandle oleh Dinas Ketertiban, jadi kami lakukan pengkajian ulang," tuturnya, Rabu (18/2/2015).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: