Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Ilustrasi bayi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Penemuan bayi Bantul pada Kamis (19/2/2015) mengejutkan warga Dusun Kedoton, Pleret. Sebab bayi ditemukan masih berlumuran darah dan kedinginan di sebuah gerobak bakso.
Harianjogja.com, BANTUL - Bayi perempuan malang dibuang dalam kondisi basah kuyub kehujanan di gerobak bakso di Dusun Kedoton, Desa Pleret Kecamatan Pleret, Bantul, Kamis (19/2/2015). Kini bayi telah dirawat di puskesmas setempat.
Pantuan Harianjogja.com, bayi perempuan ditemukan memilki berat badan 3,3 kilo gram (kg) dengan panjang 46 sentimeter (cm) dengan tanpa tali pusar. Belum diketahui pelaku pembuang bayi tak berdosa yang masih dalam penyelidikan petugas.
Kapolres Bantul AKBP Surawan mengatakan pihaknya masih terus mengumpulkan sejumlah keterangan dari berbagai pihak untuk mendapatkan pelaku pembuang bayi.
"Kami masih selidiki kasus itu untuk bisa mengungkap pelakunya. Upaya ini kami lakukan dengan melibatkan tim Polsek Pleret dan Polres langsung," katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (20/2/2015).
Dari pemeriksaan petugas di lokasi kejadian, Kapolres menyatakan bayi pertama kali ditemukan warga bernama Nunung Retnowati dalam kondisi menangis karena kehujanan. Bayi hanya ditinggalkan di dekat gerobak tanpa sehelai kain yang membuat korban menggigil kedinginan.
Seperti diungkapkan Nunung Retnowati kepada petugas yang bayi ditemukan saat dirinya mengetahui ada
tangisan bayi.
"Saya khawatir karena kondisi bayi masih berlumuran darah dan langsung memanggil tetangga," ujarnya.
Dari temuan ini, langsung dilaporkan ke petugas polsek dan puskesmas Pleret untuk ditingaklanjuti.
Sementara itu, petugas Puskesmas Pleret Yohana Enjang mengatakan kondisi bayi saat ini berangsur baik. Dari semua kondisi mengenaskan karena kedinginan, kini sudah makin baik dengan asupan asi. Dari kondisi ditemuan pusat bayi duga dipotong sendiri oleh pelaku pembuang bayi. Hal ini terlihat dari potongan tali pusar yang tidak rapi.
Panik Polsek Pleret Iptu Sumarman mengatakan dari pemeriksaan dilakukan kios bakso yang menjadi tempat pembuangan bayi sudah sekitar dua minggu tidak buka. "Kami masih fokus selidiki kasus ini," tutup dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Marc Marquez dan Ducati masih menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026 meski Jorge Martin memimpin k
Media Vietnam Soha menyoroti kemerosotan karier pemain naturalisasi Timnas Indonesia usai meninggalkan Eropa. Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, hingga Marselino
Pameran Fotografi Rana Budaya #4 bertajuk FYP (For Your People) di TBY, Kota Jogja, yang telah dibuka pada Jumat (14/8/2026) sore hingga 23 Agustus mendatang
Harga tiket pesawat ke Jepang diprediksi lebih murah mulai September 2026. ANA dan JAL turunkan biaya tambahan bahan bakar jadi Rp3,69 juta, lebih hemat Rp1,4 j
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep