KERACUNAN BANTUL : Penyebab Keracunan Buruh Dong Young Tress Terungkap!

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Selasa, 24 Februari 2015 17:20 WIB
KERACUNAN BANTUL : Penyebab Keracunan Buruh Dong Young Tress Terungkap!

Sejumlah karyawati PT Wig Dong Young Tres terpaksa dibaringkan di lantai saat menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU) RS Rajawali Citra di Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (5/2/2015). Ratusan karyawan pabrik pembuatan wig atau rambut palsu itu mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu kare ayam dan telur, Rabu (4/2/2015). Jumlah korban keracunan yang lebih dari 150 orang membuat mereka harus dirawat di sejumlah rumah sakit dan unit pelayanan kesehatan berbed

Keracunan Bantul yang menimpa ratusan buruh pabrik PT Dong Young Tress awal Februari lalu, terungkap penyebabnya
Harianjogja.com, BANTUL- Bakteri Staphylococcus ditemukan sebagai penyebab keracunan makanan ratusan buruh pabrik PT Dong Young Tress awal Februari lalu.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul telah menerima hasil uji laboratorium atas sampel makanan dan muntahan korban keracunan, Senin (23/2/2015) lalu.

Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Kabupaten Bantul Pramudi Dharmawan mengatakan, makanan yang dikonsumsi ratusan buruh pabrik itu mengandung bakteri Staphylococcus penyebab diare.

"Itu sebabnya korban merasakan pusing, mual dan muntah," terang Pramudi, Selasa (24/2/2015).

Proses pengolahan dan penyimpanan makanan menurutnya berpengaruh pada terpaparnya bakteri di makanan. Itu sebabnya, Dinas Kesehatan memberikan sejumlah rekomendasi pada prusahaan agar peristiwa keracunan massal tidak terulang untuk ketiga kalinya.

Pertama meminta perusahaan memilih jasa katering yang mengantongi izin atau telah memenuhi standar kebersihan dan kesehatan, serta memecah katering. Perusahaan diminta menggandeng tidak hanya satu katering agar beban penyedia makanan tidak terlalu berat, lantaran harus menyiapkan ribuan bungkus makanan dalam sehari.

Untuk Ridho Katering selaku pihak pemasok makanan penyebab keracunan, Dinas Kesehatan Bantul menurutnya tidak dapat memberikan sanksi.

"Karena katering itu berada di Kota Jogja, jadi pengawasan dan pembinaan bukan dari kami," lanjutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis