Bekas TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Penyebab Belum Pasti
Bekas TPA Jatibarang Semarang terbakar seluas 3 hektare. Damkar menyebut sampah masih dibuang dan penyebab kebakaran belum dipastikan.
Wahana Tri Tunggal (WTT) melakukan demonstrasi penolakan bandara Kulonprogo (JIBI/Harian Jogja/Switzy Sabandar)
Bandara Kulonprogo menunjukkan kemajuan dengan kehadiran WTT saat konsultasi publik.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Warga pesisir yang menolak pembangunan bandara yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) akhirnya memutuskan datang dan mengikuti kegiatan konsultasi publik ulang di Kantor Camat Temon, Kamis (26/2/2015).
Ketua WTT Martono bersama dengan ratusan warga WTT datang dengan membawa setumpuk formulir milik warga Desa Palihan yang berisi pernyataan tidak setuju dengan pembangunan bandara disertai alasan masing-masing. Rencananya aksi serupa juga akan dilakukan saat pelaksanaan konsultasi publik ulang bagi warga
Desa Glagah.
Formulir keberatan yang diserahkan warga WTT Palihan berjumlah 59, akan tetapi tujuh orang tidak bisa hadir sehingga dialihkan ke jadwal konsultasi publik ulang selanjutnya, yakni 3 dan 4 Maret 2015. Sehingga, formulir keberatan dari warga WTT Palihan berjumlah 52. Sementara, undangan yang disebar untuk warga Palihan
sebanyak 126.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bekas TPA Jatibarang Semarang terbakar seluas 3 hektare. Damkar menyebut sampah masih dibuang dan penyebab kebakaran belum dipastikan.
Harga emas Antam Kamis 24 September 2026 turun Rp25.000 menjadi Rp2,605 juta per gram. Simak harga lengkap dan buyback.
Vaksinasi rabies gratis di Sleman menyediakan 300 kuota pada 30 September 2026. Cek syarat, lokasi, jadwal, dan cara pendaftaran.
KRI Sriwijaya-100 resmi dikukuhkan Panglima TNI Agus Subiyanto setelah Merah Putih berkibar di atas kapal induk di Tanjung Priok.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Timnas Indonesia dinilai punya keuntungan di FIFA ASEAN Cup 2026 karena bisa menurunkan skuad penuh dan berstatus tuan rumah.