Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Ilustrasi pedagang beras (JIBI/Solopos/Dok.)
Harga beras di Bantul masih tinggi. Harga diperkirakan akan turun pada pertengahan Maret
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperkirakan harga beras di pasaran setempat berangsur turun mulai pertengahan Maret.
"Mulai pertengahan Maret ini perkiraan saya [harga beras] sudah turun, itu karena petani padi di daerah selatan dan Bantul tengah mulai panen," kata Kepala Disperindagkop Bantul, Sulistyanto, di Bantul, Sabtu (7/3/2015).
Menurut dia, sesuai hukum pasar bahwa harga kebutuhan pokok akan turun ketika pasokan komoditas tersebut melimpah, namun ketika stok barang tersebut terbatas di pasaran maka harga relatif tinggi.
"Panen raya padi di Bantul sekitar minggu kedua sampai akhir bulan, saat ini di daerah selatan sudah mulai panen tapi belum banyak, namun kalau akhir Maret nanti di utara dan tengah sudah panen," katanya.
Ia mengatakan, hingga akhir Maret sampai April nanti diperkirakan harga beras sudah normal atau pada posisi saat sebelum harga mengalami kenaikan yakni sekitar Rp8.000 sampai Rp8.500 per kilogram.
"Kalau saat ini masih di atas Rp9.000 sampai Rp10.000 per kilogram, kalau akhir bulan nanti saya yakin harga kembali sekitar Rp8.000 sampai Rp8.500 per kilogram, apalagi raskin [beras untuk rakyat miskin] pada April juga ada," katanya.
Sementara itu, terkait upaya untuk menekan harga beras di pasaran, ia mengatakan sampai saat ini belum ada rencana menekan harga komoditas pangan tersebut, karena menurutnya kondisi tersebut justru menguntungkan petani yang sedang panen.
"Kalau untuk menekan harga di pasar tidak ada tujuan itu, karena di sisi lain kami ingin melindungi petani dengan harga yang baik, biarlah mekanisme pasar yang mengaturnya sendiri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Puncak haji 2026 selesai, seluruh jemaah Indonesia tinggalkan Mina. Pemulangan dimulai 1 Juni secara bertahap hingga akhir bulan.
Kuota pendakian Gunung Merbabu via Gancik penuh. Ratusan pendaki gagal naik meski antre berjam-jam saat libur panjang.
Pelemahan rupiah jadi peluang emas pariwisata Indonesia. Wisatawan asing diprediksi meningkat dan tinggal lebih lama.
Iran klaim kontrol penuh Selat Hormuz. Ketegangan dengan AS meningkat, ancam jalur distribusi minyak dunia.
Jumlah santri baru di Jateng turun hingga 20% pada 2025, NU akui dampak kasus kekerasan dan dorong reformasi pesantren.