Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
RSUD Wates membantu program bedah rumah yang dilaksanakan Pemkab Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO- Program bedah rumah telah menjadi kegiatan rutin pemkab Kulonprogo guna memberikan hunian layak bagi warga miskin yang ada di wilayah ini.
Kali ini, partisipasi RSUD Wates dalam bedah rumah, semakin mendorong pengurangan rumah tidak layak huni di Kulonprogo.
Bersamaan dengan peringatan Hari Bakti dan HUT RSUD Wates, rumah Bambang Sartono, warga Mutihan RT 04 RW 05 Kelurahan Wates diperbaiki, Minggu (8/3/2015). Rumah milik bapak empat anak ini termasuk dalam sasaran RTLH di kelurahan tersebut.
Rumah yang akan dibangun bersama warga Mutihan tersebut berukuran 8 x 7 m, dengan sumber dana dari Bazcam Wates Rp 500 ribu dan swadaya lebih dari Rp 4 juta, serta bantuan dari masyarakat. Panitia memperkirakan rumah tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 15 hari.
Sementara itu, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengapresiasi peran serta RSUD Wates dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu untuk mewujudkan hunian layak dan sehat.
"Kami juga bergarap agar Wates harus diikrarkan menjadi kelurahan yang bebas rumah tidak layak huni (RTLH)," ujar Hasto.
Hasto mengatakan, guna mewujudkan program hunian layak di Kulonprogo peran serta berbagai pihak sangat diperlukan. Pasalnya, apabila hanya mengandalkan dana APBD tak akan cukup. Maka dari itu, pemkab terus mendorong pihak-pihak lain untuk turut membantu.
Direktur RSUD Wates Lies Indriyati menjelaskan, dalam rangka hari bakti RSUD Wates, pihaknya memberikan bantuan bedah rumah. Penyerahan bantuan saat itu dihadiri oleh direksi dan karyawan RSUD Wates.
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga berharap ke depan RSUD Wates dapat terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
"Kami juga meminya dukungannya, karena saat ini kami akan membangun gedung Medic Center. Gedung ini untuk memberikan pelayanan medis terpadu," tandas Lies.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.
Menlu Sugiono memastikan Indonesia terus berkoordinasi untuk menyelamatkan 9 WNI peserta flotilla kemanusiaan Gaza yang ditangkap Israel.