Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Warga sedang melihat dari dekat kelengkapan mobil klinik Ombusdman yang diparkir di halaman Balai Kota Solo saat disosialisasikan, Selasa (2/9/2014). Dengan adanya mobil klinik tersebut diharapakan layanan ombusdman bisa optimal hingga ke masyarakat. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Mutasi guru yang menimpa tiga pengajar di SMAN 1 Wonosari mulai diproses.
Harianjogja.com, JOGJA-Lembaga pengawasan penyelenggara negara Ombudsman Republik Indonesia (ORI) pusat memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) DIY terkait rekomendasi yang belum dijalankan Pemda DIY. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2011/07/06/kompak-guru-dan-siswa-sma-1-wonosari-tuntut-kepsek-dicopot-147490">Kompak, guru dan siswa SMA 1 Wonosari tuntut Kepsek dicopot)
Rekomendasi yang dimaksud ORI adalah mengembalikan tiga guru di Kabupaten Gunungkidul ke SMA Negeri 1 Wonosari. Ketiga guru tersebut yaitu Kusrini, Suwarno, dan Mulyanto dimutasi gara-gara mengkritisi kebijakan kepala sekolah.
"Surat pemanggilan sudah dikirim kemarin [10/3/2015], jadwal diundang tanggal 16 Maret ini di Jakarta," kata Komisioner ORI Pusat Bidang Penyelesaian Laporan atau Pengaduan, Budi Santoso saat dihubungi dari Jogja, Rabu (11/3/2015)
Menurut Budi, pemanggilan Sekda DIY untuk mengkonfirmasi beberapa rekomendasi termasuk rekomendasi pengembalian tiga guru ke sekolah asal yang belum ditindaklanjuti.
"Kami ingin menanyakan apa kendalanya, solusinya bagaimana," kata Budi.
Budi mengaku penjelasan Sekda DIY penting agar ORI bisa menutup laporan masyarakat tersebut.
Kepala Biro Umum Humas dan Protokol (UHP) Pemda DIY Sigit Haryanta saat dimintai konfirmasi menyatakan, semua surat yang masuk ke Pemda DIY melalui instansi yang dipimpinnya. Namun dia belum bisa memastikan ada surat pemanggilan dari ORI yang ditujukan pada Sekda DIY.
"Nanti saya cek dulu di arsip," kata dia.
Rekomendasi ORI ini bermula dari pengaduan tiga guru SMA Negeri 1 yang dimutasi gara-gara mengkritisi
kebijakan kepala sekolah. Mereka kemudian dimutasi ke sekolah lain. Kusrini ke SMP N 1
Karangmojo, Suwarno ke SMK N 2 Wonosari, dan Mulyanto ke SMP N Negeri 1 Wonosari.
Terpisah Kusrini mengaku sampai saat ini masih mengajar di SMP Negeri 1 Karangmojo. Dia tidak tahu kenapa belum dipindah kembali ke sekolah asalnya.
"Saya tidak salah seharusnya memang dikembalikan lagi," ucapnya.
Namun, dia berharap setelah kembali ke SMA Negeri 1 Wonosari yang berstatus Rintisan Sekolah Bertarap
Internasional (RSBI) itu, namanya juga direhabilitasi karena Kusrini mengaku kasus mutasi itu membuat namanya tercemar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
AI membuat pekerjaan kantoran makin terancam. Gen Z mulai melirik profesi teknis dan kerah biru yang menawarkan gaji tinggi serta sulit digantikan teknologi.
Remaja Korsel kini memilih SMK semikonduktor daripada kuliah. Lulusan langsung bekerja di Samsung dengan gaji Rp1,99 M/tahun, bonus hingga Rp7,1 M. AS juga keku
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam
Porsche Taycan dikabarkan bakal dihentikan produksinya pada 2030. Laporan media Jerman menyebut manajemen dan dewan pekerja telah sepakat. CEO Michael Leiters b
Slipknot resmi mengumumkan perpisahan dengan Sid Wilson setelah hampir tiga dekade bersama. Alasan keluarnya sang DJ masih menjadi misteri.