BANDARA KULONPROGO : IPL Bandara Terbit, Jual Beli Tanah Dilarang

Kamis, 02 April 2015 13:20 WIB
BANDARA KULONPROGO : IPL Bandara Terbit, Jual Beli Tanah Dilarang

Bandara Kulonprogo, akhirnya IPL terbit.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Izin Penetapan Lokasi (IPL) bandara di Kulonprogo akhirnya diterbitkan Gubernur DIY, Selasa (31/3/2015).

Penerbitan tersebut menjadi sinyal dimulainya larangan transaksi di lahan seluas 645,63 hektare yang mencakup wilayah Desa Glagah, Palihan, Kebonrejo, Sindutan, dan Jangkaran, Kecamatan Temon. Lahan itu akan menjadi lokasi pembangunan bandara baru.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan IPL bandara di Temon telah ditetapkan melalui Keputusan
Gubenur No.68/KEP/2015 tanggal 31 Maret 2015.

“Dengan diterbitkannya IPL, tahap pembangunan bandara di Kulonprogo berlanjut, yakni memasuki pengadaan lahan,” ujarnya saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Kulonprogo, Rabu (1/4/2015).

Dia menegaskan tidak boleh ada transaksi jual beli tanah di lokasi bandara baru. Untuk pengawasannya, kata Hasto, Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah diminta untuk mengontrol semua transaksi jual beli tanah di Temon dan tidak meloloskan seandainya didapati transaksi di lokasi bandara.

Ia mengaku tidak khawatir akan terjadi lonjakan harga tanah di lokasi bandara. Pasalnya, rentang waktu antara penerbitan IPL dan pembentukan tim appraisal independen tidak terlalu jauh.

“Hanya sekitar satu atau bulan,” sebutnya.

Dengan dikeluarkannya IPL, kata dia, Pemkab lebih konsisten melakukan langkah persuasif kepada warga yang belum setuju dengan pembangunan bandara, temasuk menemui warga satu per satu dan melakukan kajian kasus per kasus sehingga kekhawatiran warga dapat teratasi.

Hasto menilai, terbitnya IPL juga berarti alasan keberatan warga yang sudah dikaji dirasa tidak terlalu signifikan untuk menggagalkan pembangunan bandara di Kulonprogo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online