BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Penganiayaan di Jogja menimpa seorang anak SD. Seorang warga tega menganiayanya dengan silet karena sejumlah alasan
Harianjogja.com, JOGJA- Ardi Yulianto, 13, pelajar sekolah dasar yang tinggal di Kampung Sosromenduran Kulon, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedong Tengen, dianiaya oleh David Kurniawan alias Bagor, 20, warga Jlagran, Pringgokusuman, Gedong Tengen.
Bocah kelas V SD itu mengalami luka sayatan benda tajam di beberapa anggota tubuhnya. Ia harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Ludiro Husodo.
Saat ini Bagor sudah ditahan Kepolisian Sektor Gedong Tengen dengan sangkaan penganiayaan.
Bagor ditangkap di rumah Adit pada Jumat (3/4/2015) sore, sekitar pukul 18.00 WIB setelah polisi mendapatkan laporan korban.
Kanit Reserse Kriminal Polsek Gedong Tengen Iptu Bambang Sunaryo mewakili Kapolsek Kompol Agus Setyo Budi, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/4/2015) mengungkapkan, dari pengakuan tersangka Bagor, penganiayaan itu dilatarbelakangi karena tersangka kesal dengan ulah korban yang mengendarai sepeda motor terlalu mengebut.
"Pengakuan tersangka juga katanya korban hampir menabrak anak kecil," ujar Bambang, Senin (6/4/2015).
Pernyataan Kanit Reskrim Polsek Gedong Tengen ini senada dengan pengakuan tersangka. Menurut Bagor perbuatannya itu dilakukan lantaran korban mondar mandir di sekitar rumah tersangka dengan mengendarai motor.
Bagor berdlih sudah mengingatkan korban agar jangan ngebut bawa motor, namun korban tidak mempedulikannya. Bagor kemudian diajak Adit untuk menghentikan motor korban jika kembali lagi melintas di jalan sekitar rumah tersangka.
Setelah korban dihentikan, kedua tersangka sempat memukul korban dibagian dada dan perut sebanyak tiga kali. Kemudian menyayat korban. "Yang pertama menyayat teman saya Adit dibagian tangan, saya menyayat bagian paha," ucap Bagor.
Menurut Bagor, sebenarnya persoalannya bukan hanya itu. Namun, teman Bagor sepertinya memiliki dendam pribadi dengan korban. "Masalah pastinya saya tidak tahu," kata pria putus sekolah yang kini bekerja sebagai kernet bus ini.
Bambang Sunaryo menambahkan, korban bolak balik melintasi jalan sekitar rumah tersangka karena memang harus menjemput kakaknya lewat situ. Korban juga disuruh ibunya membelikan gas LPG juga lewat situ.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Macron menilai keadaan darurat belum diperlukan di tengah protes besar Prancis. Lebih dari 2.500 orang ditangkap dan jam malam diberlakukan.
BMKG memperingatkan gelombang 2,5–4 meter di perairan selatan DIY pada 23–26 Oktober 2026. Sejumlah wilayah Jateng juga waspada kekeringan.
TNI akan menindaklanjuti informasi KPK soal dugaan dua prajurit aktif terlibat korupsi dana siap pakai BNPB untuk penanganan bencana.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu secara resmi menyerahkan uang hasil sita lelang perkara korupsi Perumda BPR Karya Remaja Indramayu (KRI) kepada LPS
Pemkab Sleman dan YKI menggelar sosialisasi pencegahan kanker serta deteksi dini HPV DNA untuk memperluas edukasi hingga tingkat kalurahan.