Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Petinju Hery Ardiyanto saat berlatih di Sasana Satria Menoreh, Wates, Selasa (7/4/2015). (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.)
Atlet DIY, tepatnya di Kulonprogo mendapatkan wadah dengan terselenggaranya gelar tinju profesional.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Gelar tinju profesional memperebutkan sabuk emas Bupati Kulonprogo akan diadakan di Alun-alun Wates pada 13 Juni 2015 mendatang. Hery Ardiyanto, petinju dari Sasana Satria Menoreh BC.Wates akan bertarung dengan Wiliem Rey dari Sasana Arena BC.Jakarta di partai utama kelas 63,4 kilogram.
Suprapto, promotor dari DV Promotion mengungkapkan, Kulonprogo memiliki banyak petinju amatir maupun profesional yang cukup berpotensi.
“Ini akan jadi awal karir menggarap tinju profesional di DIY, khususnya Kulonprogo,” katanya kepada wartawan, Selasa (7/4/2015).
Menurut Suprapto, perkembangan olah raga tinju di Indonesia secara umum memang belum seperti yang diharapkan. Event pertandingan tinju pun jarang digelar.
“Jadi kami berusaha mengagendakan pertandingan di wilayah yang tinjunya kurang memadai,” ujarnya.
Selain pertandingan antara Hery Ardiyanto dengan Wiliem Rey, akan ada tiga partai tambahan profesional lainnya. Lima pertandingan partai amatir pun akan digelar. Pesertanya tidak hanya berasal dari Kulonprogo, melainkan juga daerah lain di DIY.
“Kami juga akan menampilkan kesenian daerah, bukan dancer seperti biasanya,” imbuh Suprapto kemudian.
Sementara itu, Hery Ardiyanto mengaku sudah menjalani beberapa sesi latihan. Pada pertandingan yang terdiri dari delapan ronde nanti, dia akan memaksimalkan kekuatan sejak ronde pertama.
"Targetnya mengalahkan Wiliem pada ronde lima," kata Herry optimis.
Hery pernah bertanding tinju dengan Wiliem pada 2012 lalu dan berhasil menang. Meski demikian, dia tidak akan meremehkan lawannya itu. "Dia cukup tangguh. Kami sama-sama punya pukulan KO," ucapnya menambahkan.
Manajer Hery Ardiyanto, Ferry Kuahatiy pun optimis Hery bisa memenangkan pertandingan. “Ini tantangan tersendiri untuk Hery. Kami sudah latihan tanding dengan sasana tinju di Jogja. Kami juga sudah latihan fisik di pantai maupun gunung,” ungkapnya.
Ferry berharap, gelar tinju profesional tersebut bisa jadi batu loncatan untuk mengangkat potensi olah raga daerah. “Ini juga akan membangun semangat jelang Porda 2015,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Motor matic tiba-tiba mati di jalan bisa disebabkan banyak faktor. Kenali penyebab dan cara mengatasinya agar berkendara lebih aman.
Simak 5 kebiasaan kecil yang diam-diam bikin uang cepat habis, mulai dari pesan makanan online hingga cicilan digital.
Fajar/Fikri menang 40 menit atas Denmark dan melaju ke perempat final Singapore Open 2026 usai tampil tenang dan dominan.
2026 disebut era AI fisik saat teknologi mulai masuk dunia nyata melalui baterai, robot, kendaraan otonom, dan keamanan digital.
Kunjungan wisata Kulonprogo naik saat libur Iduladha 2026, namun Dispar menyebut belum signifikan dan masih menunggu data resmi.