PERIKANAN KULONPROGO : Gemarikan 2015 Angkat Potensi Lele

Kamis, 09 April 2015 01:22 WIB
PERIKANAN KULONPROGO : Gemarikan 2015 Angkat Potensi Lele

Berbagai olahan makanan berbahan baku ikan lele dan udang ditampilkan ibu-ibu PKK se-Kulonprogo dalam acara Gerakan Makan Ikan (Gemarikan) 2015 di halaman Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kulonprogo, Selasa (7/4/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S)

Perikanan Kulonprogo terus didengungkan untuk mengangkat potensi lele pada 2015.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Gerakan Makan Ikan (Gemarikan) 2015 mengangkat potensi budi daya ikan lele dan udang dengan berbagai olahan makanan. Gerakan ini dilakukan guna meningkatkan konsumsi ikan di kalangan warga Kulonprogo yang masih 22,35 kilogram per tahun.

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Lestaryono, mengakui tingkat konsumsi ikan di Kulonprogo masih tergolong sangat rendah. Karena itu, agenda Gemarikan diharapkan bisa memperbaiki tingkat konsumsi ikan di kalangan warga.

“Apalagi diagendakan kompetisi bagi ibu-ibu untuk menyajikan menu olahan ikan,” ujarnya saat membuka Lomba Cipta Menu Ikan di halaman Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kulonprogo, Selasa (7/4/2015).

Lestaryono menilai kegiatan kemarin akan turut meningkatkan diversifikasi pangan olahan ikan. Selain itu, dapat juga mendorong tumbuhnya usaha-usaha di bidang perikanan. Saat ini saja di Kulonprogo, setidaknya sudah ada 430.000 pelaku usaha ikan.

Dalam lomba yang diikuti 22 kelompok dari 12 kecamatan, Kepala DKPP Kulonprogo, Endang Purwaningrum, mengungkapkan ikan lele dan udang menjadi bahan baku utama olahan makanan yang dilombakan. Alasannya, lele dan udang merupakan komoditas perikanan unggulan daerah karena banyak dibudidayakan di hampir seluruh wilayah Kulonprogo.

Kepala Bidang Perikanan Budi Daya DKPP Kulonprogo Eko Purwanto mengungkapkan sebagian besar ikan yang terserap oleh masyarakat adalah lele. Selain banyak dibudidayakan, harga ikan lele juga relatif lebih terjangkau dibandingkan jenis ikan lainnya.

Berbeda dengan jenis ikan air tawar lain seperti ikan gurami dan ikan nila. Meski produksinya tidak terlalu tinggi, namun ikan-ikan tersebut lebih banyak dijual keluar Kulonprogo.

“Penyerapan konsumsi ikan juga turut dipengaruhi selera masakan, terutama olahan masakan berbahan baku ikan,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online