Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Pengecer gas menimbang kembali gas elpiji ukuran tiga kilogram yang baru saja dipasok salah satu penyetor, Minggu (11/1/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Harga elpiji 3 Kg di tingkat eceran tertinggi lokal mencapai Rp15.500 per tabung.
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyetujui kenaikan harga eceran tertinggi (HET) elpiji tiga kilogram atau gas melon dari Rp14.000 menjadi Rp15.500 per tabung.
Kenaikan ini tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No.3/2015 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Elpiji Tiga Kilogram, yang ditandatangani Senin (20/4/2015). (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/04/18/gubernur-diy-diminta-tinjau-ulang-rencana-kenaikan-gas-elpiji-3-kg-595854">Gubernur DIY Diminta Tinjau Ulang Rencana Kenaikan Gas Elpiji 3 Kg)
“Harga [elpiji tiga kilogram] dari distributor sudah Rp14.000,” kata Sultan saat akan menghadiri Rapat Paripurna Pengesahan Perda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, di DPRD DIY, kemarin.
Sultan mengatakan harga gas Rp15.500 di tingkat pangkalan, sehingga agen dan pengecer juga perlu mengambil keuntungan. Namun demikian, Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini meminta keuntungan itu tidak terlalu tinggi.
“Sampai pengecer tambah Rp1.000 atau Rp1.500,” katanya.
Kenaikan gas tiga kilogram menjadi Rp15.500 ini sesuai dengan usulan dari Pertamina, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DPD DIY, dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) DIY.
Sementara itu salah seorang warga Rejowinangun Kotagede, Jogja, Ilham Fathul Ilal mengatakan tidak masalah dengan kenaikkan harga gas merupakan solusi yang harus diambil pemerintah. Namun, ia mengharapkan ketersediaan elpiji tiga kilogram tidak tersendat.
“Kan wajar kalau semua ingin mengambil untuk Rp1.000 per tabung. Cuma, kalau distribusinya terlalu panjang, harga di tingkat pengecer juga menjadi tinggi,” ujar Mujiyono, salah seorang pemilik pangkalan gas elpiji di Tridadi, Sleman, Senin.
Dia menjelaskan saat ini harga gas bersubsidi di tingkat pengecer bisa dijual rata-rata Rp19.000 per tabung. Jika Pemerintah DIY mematok HET Rp15.500 per tabung terjadi selisih hingga Rp3.500 per tabung. Idealnya di tingkat pengecer Rp16.500 sampai Rp17.000 per tabung.
“Mungkin dengan penambahan pangkalan gas tiga kilogram di beberapa titik, bisa memotong distribusi gas ini agar tidak terlalu panjang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Eks Menag Yaqut minta dibebaskan dari dakwaan korupsi kuota haji 2023-2024. Tim hukum menilai dakwaan jaksa kabur
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.
The Script akan konser di Jakarta pada 3 April 2027. Tiket presale mulai Rp650.000 dan dijual 21 Agustus 2026.
Realisasi belanja operasional Haji 2026 mencapai Rp17,92 triliun hingga Juli. Simak rincian penerimaan, pengeluaran, dan dampaknya.
Pemda DIY menyiapkan bantuan untuk NTT terdampak gempa, termasuk pangan, obat-obatan, donasi ASN, dan keringanan UKT mahasiswa.