Gunungkidul Intensifkan Sosialisasi tentang Kehamilan
Ilustrasi mayat bayi (Bbc.co.uk)
Gunungkidul mengintensifkan sosialisasi tentang kehamilan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul mengintensifkan sosialisasi tentang kehamilan kepada masyarakat agar angka kematian ibu dan bayi bisa menurun setiap tahunnya.
Kepala Seksi Bina Kesehatan Keluarga Dinkes Gunungkidul, Kartini, mengatakan berdasarkan data Dinkes, kematian ibu pada 2013 sebanyak delapan orang, 2014 sebanyak tujuh orang dan di tahun ini, sampai April ada sebanyak dua orang. Angka kematian bayi pada 2013 ada 109 bayi dan 2014 sebanyak 28 bayi.
“Angkanya terus menurun setiap tahunnya,” ucapnya seperti dikutip dari Antara, Rabu (29/4/2015).
Menurut dia, kematian ibu sebagian besar disebabkan penyakit jantung, gagal ginjal dan hipertensi, sehingga saat melahirkan meninggal dunia. Sementara itu, kematian bayi lebih disebabkan oleh kelahiran prematur dan sesak nafas.
Kartini mengatakan upaya yang dilakukan dengan membentuk kader kesehatan dan bidan desa. Selain itu, Dinkes terus melatih kader agar bisa memberikan pelatihan kepada masyarakat.
Dalam pelatihan diberikan tentang tanda bahaya kehamilan, persalinan, nivas serta faktor resiko kehamilan.
Diharapkan, dengan pelatihan ini, seluruh kader bisa menjadi ujung tombak dalam pencegahan kematian ibu dan bayi di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share