Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang, Banten, Senin (27/4/2015). Aksi tersebut merupakan aksi pra May Day atau Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei. (JIBI/Solopos/Antara/Rivan Awal Lingga)
Hari Buruh Internasional di Jogja digelar dengan aksi di Titik Nol Kilometer selama empat jam
Harianjogja.com, JOGJA- Aksi damai para buruh dari berbagai perusahaan terjadi di Kawasan Titik Nol Kilometer, Jogja, Jumat (1/5/2015). Banyaknya buruh yang datang untuk menyampaikan aspirasinya itu membuat kawasan tersebut tak bisa dilalui kendaraan.
Semua kendaraan yang akan melintas ke Titik Nol Kilometer dialihkan ke jalur lain. Namun unjuk rasa yang berlangsung lebih kurang empat jam itu berlangsung damai.
Ketua Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), Restu Baskara mengatakan kondisi buruh saat ini masih memprihatinkan. Masih banyak buruh yang mendapatkan upah rendah, tidak ada jaminan dan perlindungan bagi pekerja informal, serta banyak tanah yang dirampas oleh kekuasaan.
"Sementara perlawanan semakin sulit dilakukan karena ruang demokrasi dipersempit," kata dia dalam orasinya.
Selesai berorasi depan Istana Negara Gedung Agung, para buruh dari berbagai perserikatan ini langsung menuju kantor perusahaan layanan bus Trans Jogja, Jogja Tugu Trans (JTT) di Banguntapan, Bantul.
Mereka menuntut perusahaan JTT mempekerjakan kembali pekerja yang di-PHK. "Berikan status tetap dan hak-hak normatif pekerja JTT," kata Restu.
Selain menuntut upah layak, para buruh ini juga menuntut pemerintah menurunkan harga bahan pangan, hapus sistem kerja kontrak, terbitkan peraturan daerah yang melegalkan becak motor, sahkan undang-undang perlindungan pembantu rumah tangga (PRT).
Sementara itu Wakil Kepala Polresta Jogja AKBP Mujiono mengatakan, aksi unjuk rasa hari buruh di Jogja berlangsung aman dan terkendali. Tidak ada peristiwa yang mengganggu keamanan dan ketertiban.
Dalam pengamanan Hari Buruh, sebanyak 1.400 personel kepolisian dikerahkan. Pengamanan ini belum termasuk dari unsur TNI dan Satpol PP. "Semua berjalan lancar dan terkendali," kata Mujiono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Warga Ngringo, Jaten, Karanganyar, Jevon Joechelin Jotham, tercatat dalam manifes Virgo Transport 8 yang masih dalam pencarian.
Desa Wisata Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul, menjadi lokasi workshop literasi keuangan yang mempertemukan anak-anak muda dengan pengelola desa wisata
Video CCTV kecelakaan maut Bekonang Sukoharjo memperlihatkan bus menabrak dua motor hingga dua korban satu keluarga meninggal dunia.
BPH Migas mengungkap kenaikan harga BBM nonsubsidi ikut mendorong permintaan Pertalite hingga 11 persen secara nasional.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X resmi membuka Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 di Lapangan Beran, Sleman, Minggu (13/9/2026)