Mobil Wisatawan Boyolali Terperosok ke Telaga Sarangan, 6 Selamat
Toyota Agya berisi enam wisatawan Boyolali terperosok ke tepian Telaga Sarangan, Magetan. Seluruh penumpang selamat tanpa luka.
Sejumlah anak mengolah sampah dedaunan dan mengemas kompos yang sudah jadi ke dalam gelas plastik bekas air minum kemasan di halaman SDN Kalimenur, Rabu (27/5/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Sekolah Kulonprogo terpilih menjadi sekolah berwawasan lingkungan.
Harianjogja.com, KULONPROGO – Sekolah berwawasan lingkungan terus digalakkan di Kulonprogo. Tahun ini SD Negeri Kalimenur mewakili Kulonprogo dalam penilaian sekolah Adiwiyata tingkat DIY.
Kepala Sekolah Dasar Negeri Kalimenur Karsiyem mengungkapkan, sekolah yang berada di Desa Sukoreno, Sentolo ini sudah empat tahun merintis kesadaran peduli lingkungan kepada peserta didik maupun warga sekolah.
“Ada beberapa kegiatan yang kami lakukan secara rutin untuk menjadi sekolah peduli lingkungan. Bahkan, saat diikutkan penilaian untuk sekolah Adiwiyata, kami sudah siap karena sudah menerapkan hidup bersih dan peduli lingkungan setiap hari,” ujar Karsiyem ditemui di sela penilaian Sekolah Adiwiyata Se DIY, Rabu (27/5/2015).
Karsiyem memaparkan, kegiatan rutin yang dilakukan warga sekolah dan para siswa sangat beragam. Di antaranya, pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, pembuatan kebun bibit sekolah (KBS), dan penanaman tanaman toga serta warung hidup. Bahkan, sekolah ini juga mengajarkan seluruh siswanya untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi aneka kerajinan yang menarik.
“Ada empat poin untuk menjadi sekolah adiwiyata. Di antaranya meliputi kebijakan sekolah dalam menyampaikan pendidikan tentang lingkungan, kurikulum, visi misi sekolah, pendidikan berbasis partisipatif, hingga pendidikan ramah lingkungan,” jelas Karsiyem.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kulonprogo Suharjoko berharap, sekolah-sekolah di Kulonprogo dapat menjadi penggerak kesadaran kepedulian lingkungan. Saat ini sudah ada tiga sekolah Adiwiyata mandiri yang berdiri. Di antaranya, SDN 4 Wates, SD Kembangmalan Panjatan, dan SMK 1 Wates. dia menambahkan, salah satu syarat menjadi sekolah Adiwiyata mandiri adalah setiap sekolah harus memiliki sepuluh sekolah binaan.
“Jadi, dari tiga sekolah itu, kami sudah memiliki 30 sekolah binaan. Bahkan, Kulonprogo sudah memiliki Sekolah Adiwiyata tingkat nasional yakni SMK 1 Temon dan satu Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi, SD Temon,” jelas Suharjoko.
Dalam penilaian ini, puluhan murid sekolah tersebut menunjukkan proses pembuatan pupuk kompos di halaman belakang sekolah. Guru Pembimbing pembuatan kompos Alzizul Arifin mengungkapkan, kegiatan ini sudah rutin dilakukan siswa-siswi sekolah tersebut. Pasalnya, paling tidak setiap hari sekolah tersebut menerapkan perilaku peduli sampah kepada anak didiknya.
“Setiap hari anak-anak memungut sampah yang ditemukan, baik itu sampah organik, non organik maupun sampah plastik. Nantinya, di waktu khusus kami ajak mereka untuk mengolah sampah yang telah dikumpulkan menjadi kompok, maupun kerajinan untuk sampah plastiknya,” ungkap Alzizul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Toyota Agya berisi enam wisatawan Boyolali terperosok ke tepian Telaga Sarangan, Magetan. Seluruh penumpang selamat tanpa luka.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.