Pangkalan Ikan di Pandansimo Diharapkan Terealisasi 2016

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Kamis, 04 Juni 2015 04:20 WIB
 Pangkalan Ikan di Pandansimo Diharapkan Terealisasi 2016

Aktivitas pelelangan ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh, Kamis (19/3/2015). Pemerintah mengembangkan kawasan PPI Lampulo dengan melengkapi berbagai sarana dan prasarana untuk mendukung program pembangunan maritim. Pembangunan infrastruktur perikanan Indonesia itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan. (JIBI/Solopos/Antara/Irwansyah Putra)

Pangkalan ikan di Pandansimo Bantul diharapkan terealisasi tahun 2016

Bisnis.com, BANTUL- Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan pembangunan pangkalan pendaratan ikan di kawasan Pantai Pandansimo bisa direalisasikan pemerintah pusat pada tahun anggaran 2016.

"Itu pangkalan pendaratan ikan secara prinsip dibolehkan pusat, mudah-mudahan bisa direalisasikan tahun depan [2016]," kata Bupati Bantul, Sri Surya Widati di Bantul, Selasa (2/6/2015).

Menurut dia, sesuai dengan Keputusan Menteri tentang Rencana Induk Pelabuhan Perikanan Nasional, pantai selatan Bantul termasuk salah satu lokasi yang diproyeksikan sebagai kawasan pengembangan pangkalan pendaratan ikan.

"Gubernur DIY [Sri Sultan HB X] membolehkan, namun nantinya supaya dikaji dengan hati-hati, karena kemungkinan [pembangunan] akan dibiayai dari pusat dan anggaran pendapatan dan belanja daerah [APBD]," kata Bupati.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul, Yuswarseno mengatakan, disediakan lahan seluas 16 hektare di Pantai Pandansimo untuk mewujudkan rencana pembangunan pangkalan pendaratan ikan di kawasan pantai selatan itu.

"Untuk membangun pangkalan pendaratan ikan itu minimal luasnya dua hektare, akan tetapi Bantul punya 16 hektare," katanya.

Dengan demikian, kata dia, jika pangkalan pendaratan ikan di Bantul itu direalisasikan pemerintah pusat, tidak menutup kemungkinan bisa terus berkembang yang tidak hanya untuk pendaratan ikan dari perahu, namun kapal-kapal berkapasitas besar.

"Bisa untuk semua [kapal ikan], karena kan yang namanya pelabuhan disesuaikan dengan perkembangan, bahkan bisa jadi pelabuhan nasional, makanya dibuat yang kecil dulu dengan fasilitas memadai," katanya.

Ia mengatakan, dengan adanya pangkalan pendaratan ikan ini nantinya juga akan mendukung hasil perikanan laut nelayan setempat, mengingat saat ini Bantul belum mempunyai semacam pelabuhan ikan, meskipun sudah memiliki kapal besar.

"Saat ini jumlah kapal ikan Inka Mina dengan kapasitas hingga 30 gross ton [GT] ada lima kapal, sedangkan kapal ikan Bantul Idaman Bahari dengan kapasitas 16 GT berjumlah empat kapal," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis