Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Joko, pedagang ayam potong di Pasar Ayam Silir, Semanggi, Pasarkliwon, Solo, Jawa Tengah, mengemas ayam ke dalam kandang plastik di mobil pikap, Rabu (17/6/2015). Menjelang bulan Ramadan 2015 saat ini, harga ayam potong masih stabil pada Rp25.000/kg. Namun, harga itu diperkirakan akan merangkak naik menjelang Lebaran 2015. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Kesempatan kerja di Kulonprogo akan tersedia dengan dibukanya rumah potong ayam
Harianjogja.com, KULONPROGO – Rumah Potong Ayam (RPA) yang akan dikembangkan di Desa Pleret, Panjatan segera dibangun. Pengembangan perusahaan di wilayah kecamatan ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
“Keberadaan perusahaan ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Sejalan dengan Bela Beli Kulonprogo, perusahaan ini dapat memberdayakan masyarakat Kulonprogo,” ujar Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat membuka acara peletakan batu pertama pembangunan Rumah RPA PT Jaya Makmur Prayoga Sentausa, Rabu (17/6/2015).
Hasto mengungkapkan, kabupaten ini masih membutuhkan uluran tangan investor. Dia mengatakan, bantuan yang diharapkan yakni kerjasama dengan masyarakat guna memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat, terutama bagi masyarakat di desa tersebut.
Selain itu, Hasto menuturkan, peranan investor yang akan menanamkan investasi di kabupaten ini diharapkan dapat turut menerapkan one village one sister company. Target yang akan dicapai dari penerapan program ini yakni untuk mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Upaya yang dapat dilakukan yakni dengan mengoptimalkan program corporate social responsibility [CSR]. Selain itu, tidak boleh ada pungutan tidak resmi,” tegas Hasto.
Dirut PT Jaya Makmur Prayoga Sentausa Bram Setyawan berharap, keberadaan rumah potong ayam ini diharapkan tidak hanya dapat menyuplai kebutuhan ayam potong di wilayah ini. Dia mengungkapkan, ke depan dengan dibangunnya perusahaan ini dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat Desa Pleret maupun masyarakat Kulonprogo secara umum.
“Kami menempati lahan seluas dua hektare. Kapasitas pemotongan ayam paling tidak mencapai tiga juta ekor ayam per tahun,” ujar Bram.
Sementara itu, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kulonprogo Agung Kurniawan menambahkan, nilai investasi awal yang diajukan perusahaan tersebut mencapai Rp1 miliar di triwulan pertama. Penyerapan tenaga kerja yang akan dibutuhkan oleh perusahaan ini cukup banyak. Pasalnya, paling tidak penyerapan tenaga kerja mencapai 300 orang.
“Wilayah ini [Panjatan] masih memiliki potensi investasi yang baik. Sesuai aspek tata ruang, kecamatan ini lebih cocok untuk sektor jasa perdagangan. Apalagi saat ini jalur Daendels sedang diperlebar dan banyak perusahaan-perusahaan pergudangan yang tertarik untuk menanamkan investasinya di sini,” jelas Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.