Tabrak Lari di Solo Berujung Amuk Massa, Dua Pelaku Ditangkap
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM) DIY menguji sejumlah makanan untuk diteliti kandungan zat berbahaya saat digelar razia jajanan berbuka puasa di pasar tiban Lembah UGM, Sleman (1/8). Petugas menemukan sejumlah zat berbahaya pada sejumlah makanan maupun minuman.
Razia makanan yang dilakukan BPOM Jogja berhasil menemukan ada mi kuning yang mengandung boraks, dijual di pusat takjil
Harianjogja.com, JOGJA-Mi kuning yang dijual di beberapa pusat takjil di Jogja mengandung formalin dan boraks. Hal itu didasarkan pada temuan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY yang melakukan pemantauan di Pusat Takjil Kauman dan Pasar Sore Ramadan Nitikan atau Jalur Gaza.
Kepala BPOM DIY I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan telah mengadakan pemantauan dan uji laboratorium di dua tempat di Jogja dengan mengambil sampel makanan dan melakukan uji laboratorium.
Disebutkannya, dari 17 sampel makanan di Pasar Sore Ramadan Nitikan yang diuji, hanya satu yang mengandung zat berbahaya. Sedangkan pengujian sampel makanan di Pusat Takjil Kauman sehari sebelumnya menemukan tiga dari 16 sampel yang mengandung formalin dan boraks.
“Semua yang positif formalin dan boraks adalah mi,” tegasnya di sela-sela pengujian sampel makanan di Pasar Sore Ramadan Nitikan, Rabu (24/6/2015).
BPOM DIY, terangnya, mengadakan uji laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya kandungan empat zat berbahaya, yakni Rhodamin B, Metanil Yellow, formalin, dan boraks. Biasanya, makanan yang dijadikan sampel yang memiliki ciri kenyal seperti tahu, bakso, atau yang berwarna mencolok seperti aneka roti dan mi.
Kendati demikian, ia mengungkapkan jumlah temuan zat berbahaya dalam jajanan takjil pada tahun ini relatif sedikit ketimbang 2002. “Tidak sampai 10 persen dari sampel, sedangkan dulu bisa dipastikan hampir semua makanan mengandung zat berbahaya,” tutur Ayu.
Ditambahkannya, hasil temuan akan diberitahukan kepada penjual dan diselidiki asal bahan baku tersebut. Kebanyakan, kata dia, bahan baku mi mengandung formalin dan boraks justru bukan berasal dari DIY, melainkan Muntilan dan Klaten berdasarkan informasi yang diterima dari penjual makanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Ramalan zodiak Jumat 29 Mei 2026, Leo dan Capricorn diprediksi paling beruntung dalam cinta, karier, dan keuangan.
SNBT UNY 2026 mencatat 60 ribu pendaftar, hanya 2.497 yang lolos dengan D4 Teknik Sipil jadi jurusan paling ketat.
Manchester City ditinggal lima staf inti setelah Pep Guardiola hengkang, menandai awal era baru di Etihad Stadium.
Trik aluminium foil di router WiFi memang bisa mengarahkan sinyal, tetapi tidak menambah kecepatan internet secara signifikan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.