4 Prajurit TNI Penganiaya Serda Ahmad Sempat Beri Kabar Bohong Korban Kecelakaan
Empat prajurit TNI AU ditahan terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammil Farisa, 22, meninggal dunia.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM) DIY menguji sejumlah makanan untuk diteliti kandungan zat berbahaya saat digelar razia jajanan berbuka puasa di pasar tiban Lembah UGM, Sleman (1/8). Petugas menemukan sejumlah zat berbahaya pada sejumlah makanan maupun minuman.
Razia makanan yang dilakukan BPOM Jogja berhasil menemukan ada mi kuning yang mengandung boraks, dijual di pusat takjil
Harianjogja.com, JOGJA-Mi kuning yang dijual di beberapa pusat takjil di Jogja mengandung formalin dan boraks. Hal itu didasarkan pada temuan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY yang melakukan pemantauan di Pusat Takjil Kauman dan Pasar Sore Ramadan Nitikan atau Jalur Gaza.
Kepala BPOM DIY I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan telah mengadakan pemantauan dan uji laboratorium di dua tempat di Jogja dengan mengambil sampel makanan dan melakukan uji laboratorium.
Disebutkannya, dari 17 sampel makanan di Pasar Sore Ramadan Nitikan yang diuji, hanya satu yang mengandung zat berbahaya. Sedangkan pengujian sampel makanan di Pusat Takjil Kauman sehari sebelumnya menemukan tiga dari 16 sampel yang mengandung formalin dan boraks.
“Semua yang positif formalin dan boraks adalah mi,” tegasnya di sela-sela pengujian sampel makanan di Pasar Sore Ramadan Nitikan, Rabu (24/6/2015).
BPOM DIY, terangnya, mengadakan uji laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya kandungan empat zat berbahaya, yakni Rhodamin B, Metanil Yellow, formalin, dan boraks. Biasanya, makanan yang dijadikan sampel yang memiliki ciri kenyal seperti tahu, bakso, atau yang berwarna mencolok seperti aneka roti dan mi.
Kendati demikian, ia mengungkapkan jumlah temuan zat berbahaya dalam jajanan takjil pada tahun ini relatif sedikit ketimbang 2002. “Tidak sampai 10 persen dari sampel, sedangkan dulu bisa dipastikan hampir semua makanan mengandung zat berbahaya,” tutur Ayu.
Ditambahkannya, hasil temuan akan diberitahukan kepada penjual dan diselidiki asal bahan baku tersebut. Kebanyakan, kata dia, bahan baku mi mengandung formalin dan boraks justru bukan berasal dari DIY, melainkan Muntilan dan Klaten berdasarkan informasi yang diterima dari penjual makanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat prajurit TNI AU ditahan terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammil Farisa, 22, meninggal dunia.
Serah terima jabatan Menkeu berlangsung singkat. Purbaya hanya menyampaikan 57 kata sebelum menyerahkan jabatan kepada Suahasil Nazara.
Pemkot Jogja mengembangkan Bang Kosim untuk memperkuat ekosistem industri kreatif dan mengoptimalkan layanan desain serta manufaktur kreatif.
Operasi SAR pencarian 8 wartawan dan 3 kru kapal di Selat Sunda diperpanjang hingga 17 September 2026 setelah tujuh hari belum membuahkan hasil.
Forum LSP Politeknik Indonesia kembali menggelar Pertemuan Tahunan Ke-6 di Yogyakarta pada 3–6 September 2026.
Sultan berharap Kelok 23 tak hanya menjadi jalur alternatif, tetapi juga membuat wisatawan memperpanjang lama tinggal di DIY.