Ini Lokasi Rumah Laksamana Maeda, Tempat Perumusan Naskah Proklamasi
Museum Perumusan Naskah Proklamasi di bekas rumah Laksamana Maeda menyimpan jejak perumusan, pengetikan, hingga penandatanganan naskah Proklamasi.
Ipda Nur Wahyu Tri Setyarini (IST)
Pengamanan Polwan dapat dikatakan setara dengan polisi pria.
Harianjogja.com, JOGJA-Sosoknya cantik, murah senyum menjadi salah satu tuntutan pekerjaannya, namun kehadirannya ada yang suka ada pula yang tak suka. Dia adalah Ipda Nur Wahyu Tri Setyarini. Bagaimana kisahnya?
Ipda Nur Wahyu kini menjabat sebagai Kasubnit I Dikyasa Satlantas Polresta Jogja. Wajah perempuan ini terbilang rupawan. Meskipun sudah memiliki dua orang anak, dia masih pantas disandingkan dengan beberapa perempuan di bawah usianya. Sebagai anggota lalu lintas, dia kerab berada di jalanan berhadapan langsung dengan masyarakat mengatur lalu lintas. Ada banyak pengalaman seputar ketugasannya ini. Mulai yang menyukai sampai yang membenci keberadaanya.
“Prinsipnya kami sebagai anggota lantas cukup senang melihat masyarakat tertib berlalu lintas, jalanan lancar, mereka bisa menghormati pengguna jalan lainnya,” katanya.
Tentu bukan hanya itu saja tugasnya. Pada saat-saat tertentu dia bersama Polwan-polwan lainnya turut bergabung dalam pengamanan aksi unjuk rasa. Kehadiran Polwan dalam aksi unjuk rasa dipandang sebagai cara preventif dalam pengamanan massa. Reaksi keras massa diharapkan menurun setelah berhadapan dengan sosok Polwan yang lembut.
Namun sayangnya tidak selalu massa memiliki karakteristik demikian. Ada pula beberapa kelompok massa yang tidak mempan meski dihadapkan dengan para Polwan. “Kena lemparan sudah biasa, lemparan telur, lemparan air. Itu saya pandang sebagai sebuah risiko kerja sebagai polisi,” katanya.
Terkena lemparan dan caci maki dari para peserta unjuk rasa memang bukanlah hal yang menyenangkan. Baginya berdamai dengan hati menjadi satu-satunya pilihan.
“Memang enggak enak sih dilemparin dan dicaci maki. Tapi kami harus bisa tenang jika ikut emosi mau jadi apa, kuncinya tetap berdamai dengan hati saja,” katanya.
Sebaliknya, sikapnya yang humanis dan murah senyum kerab mendatangkan respon simpati dari pengguna jalan. Nur mengaku pernah sekali dia mendapatkan lemparan kertas dari seorang pemuda pengendara mobil yang kerab melintas di sekitar pos jaganya. Kertas tersebut berisi nama dan nomor telepon.
“Saat mengatur lalu lintas kami kan juga dituntut untuk bersikap ramah dan senyum, nah waktu itu ada pengendara yang selalu mengajak saya senyum, lalu suatu ketika dia melemparkan kertas berisi nama dan nomor telepon, pas dia lewat lagi memberikan kode untuk minta ditelepon, tapi karena tidak saya ladeni pemuda itu sudah tidak lagi lewat, mungkin karena malu,” katanya dengan menahan senyum.
Kehadirannya di tengah jalan juga kerab menjadi bahan godaan para remaja. Ada yang sekadar memanggilnya tanpa tujuan sampai ada yang mengutarakan cinta karena melihat penampilannya.
“Ada juga yang sekadar memanggil Bu Polwan-bu Polwan sambil naik motor, sampai ada juga turis yang memberikan kode love dengan jarinya, saya anggap itu semua sebagai respon positif yang patut disyukuri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Museum Perumusan Naskah Proklamasi di bekas rumah Laksamana Maeda menyimpan jejak perumusan, pengetikan, hingga penandatanganan naskah Proklamasi.
DPRD Kota Jogja mendorong korban kekerasan mendapat pendampingan hingga pulih dari trauma melalui Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak.
Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mencatat 15.159 pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp1,165 miliar.
Ketergantungan Indonesia pada implan medis impor mencapai 92%-94%. Pakar mendorong penguatan riset, pendanaan, kolaborasi, dan regulasi nasional.
Ketentuan rujukan dan kontrol BPJS Kesehatan kini terintegrasi dengan layanan digital. Simak cara daftar antrean dan aturan jadwal kontrol.
Produksi kolagen kulit mulai turun sekitar 1% per tahun setelah usia 25 tahun. Dokter menjelaskan mekanisme dan risiko stimulasi kolagen.