JARINGAN LISTRIK KULONPROGO : Duh, Ribuan Warga Belum Nikmati Listrik

Selasa, 07 Juli 2015 22:20 WIB
JARINGAN LISTRIK KULONPROGO : Duh, Ribuan Warga Belum Nikmati Listrik

Jaringan listrik Kulonprogo belum merata, masih ada ribuan warga yang belum mendapatkan aliran

Harianjogja.com, KULONPROGO – Hampir 11.000 warga di Kulonprogo belum memiliki jaringan listrik. Sebagian besar warga kurang mampu masih bergantung pada sambungan listrik dari tetangga.

Kepala Bidang Sumber Energi ESDM Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM Kulonprogo Eko Susanto mengungkapkan, sampai saat ini jumlah rumah tangga yang belum memiliki jaringan listrik mencapai ribuan orang.

“Maka dari itu, kami terus upayakan setiap tahunnya bantuan pemasangan jaringan listrik ke pemukiman, dengan sasaran warga kurang mampu,” ujar Eko saat ditemui di kantornya, Senin (6/7/2015).

Data yang dihimpun Disperindag ESDM Kulonprogo, jumlah kepala keluarga yang belum menikmati aliran listrik mencapai 10.939 KK. Eko menuturkan, terbanyak adalah wilayah Kecamatan Kokap yang sebagian besar warganya belum bisa menikmati listrik. Jumlah kepala keluarga yang belum mendapatkan jaringan listrik di kecamatan tersebut mencapai 2.061 KK.

“Kebanyakan memang di Kokap, karena secara kondisi geografis juga memengaruhi. Banyak perbukitan dan selain itu, jarak antara rumah warga berjauhan. Jadi cukup sulit untuk membangun jaringan listrik, namun ini sudah komitmen untuk bisa menyasar mereka,” jelas Eko.

Penyediaan jaringan listrik gratis terus menajdi program berkelanjutan di Kulonprogo.  Eko mengungkapkan, tahun lalu sasaran pemasangan jaringan listrik sebanyak 100 KK. Namun, realisasi penyerapannya hanya 95 KK yang menerima bantuan tersebut.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, sisa bantuan tersebut menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA). Penyebabnya, warga calon penerima bantuan tidak sabar menunggu bantuan diberikan.

“Lima warga tidak jadi menerima, karena mereka terburu-buru ingin segera dipasang. Sementara proses masih dilakukan, apalagi saat itu bertepatan dengan kenaikan tarif dasar listrik. Karena sudah by name dan by address, akhirnya bantuan itu menjadi Silpa,” papar Eko.

Sedangkan tahun ini, kasus tersebut juga terjadi. Bantuan listrik gratis sejumlah 40 unit, hanya dapat disalurkan untuk 34 kepala keluarga. Padahal, besarnya anggaran untuk bantuan mencapai Rp75 juta dengan nilai per unit Rp1,6 juta. Eko  menambahkan, sasaran bantuan tahun ini ada di dua desa di Kecamatan Lendah, yakni Desa Jatirejo dan Bumirejo.

Hal itu dibenarkan Agung, salah satu warga Lendah. Menurut data di dinas, di Kecamatan Lendah rumah tangga belum berlistrik ada sekitar 600 KK.

“Sebagian besar memang ada di wilayah Bonosoro, masih banyak rumah yang belum punya listrik. Untuk penerangan mereka pakai lampu minyak,” imbuh Agung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online